Buru Gelar Bergengsi ke 4, Forum Kota Sehat Dukung Pemko Rebut Swatisaba Wistara, DPRD Mendukung

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, ST, MT.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, ST, MT.

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Kota Payakumbuh tahun ini berburu Kota Sehat kategori paling bergengsi Swatisaba Wistara atau Tingkat Pengembangan,  untuk keempat  kalinya. Tanggung jawab ini bukan berada di tangan Dinas Kesehatan semata, tapi juga menjadi tanggung jawab moral Forum Kota Sehat (FKS) bersama warga kota ini.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi di rumah dinas kediamannya, Minggu (8/3), menginformasikan, seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan stakeholder, sudah bertekad mempertahankan  gelar Kota Sehat Swatisaba Wistara atau Tingkat Pengembangan.  Gelar bergengsi ini sudah tiga kali direbut Payakumbuh, dari tahun 2009, 2011 dan  2013.

”Gelar Kota Sehat  Swatisaba Wistara penuh gengsi itu harus dipertahankan kembali. Kita tak ingin lepas dalam perebutan tahun ini. Karena, sudah  menjadi komitmen pemko dalam membudayakan prilaku hidup sehat di tengah masyarakat,” ujar walikota.

Ketua DPRD YB Dt Parmato Alam di tempat terpisah, mengatakan DPRD ikut mendukung harapan Pemko dan kegiatan ini. Diharapkan oleh DPRD bahwa Kota Sehat mampu dijabarkan menjadi kenyataan seiring dengan pengakuan pemerintah pusat lewat penghargaan ini.

Walikota Riza, mengaku senang dan puas, di bawah pimpinan Kepala Bappeda Rida Ananda, selaku Ketua Tim Pembina Kota,  sudah meningkatkan intensitasnya turun ke lapangan, mensosialisasikan program kesehatan dan kebersihan ke tengah masyarakat. Forum Kota Sehat bersama organisasi lainnya, seperti TP-PKK juga disertakan, mengajak keterlibatan warga kelurahan dalam program ini.

Malahan, Walikota Riza memberikan apresiasi tindakan tegas Forum Kota Sehat bersama pihak kelurahan, membongkar jamban yang berada di atas permukaan kolam ikan dan di pinggir sungai. Sebagai kota penyandang gelar Kota Sehat, jamban yang berada di atas kolam ikan, jelas sesuatu yang merusak pemandangan dan tidak sesuai dengan kaedah kesehatan. “Kota Payakumbuh harus bebas dari prilaku tradisional, buang air disembarangan tempat,” tegasnya.

Tim penilai Provinsi Sumatera Barat, dikatakan, akan melakukan verifikasi ke Payakumbuh. Seluruh dokumen penunjang akan dilihat tim. Penilaian akan dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan di tingkat kota.

Menurut Rida Ananda dan Kepala Dinas Kesehatan Elzadaswarman, secara teknis, asfek penilaian Kota Sehat, 30 persen pada pencapaian 5 pilar, di antaranya  STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat),  Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), tidak buang air besar sembarangan tempat, serta pemanfaatan sarana air bersih. Terhadap pencapaian 5 pilar itu, boleh dikatakan sudah membudaya di kota ini. Malahan, pemanfaatan air bersih PDAM sudah mencapai 98% dari jumlah penduduk. Tinggal lagi, membebaskan seluruh kelurahan dari buang air besar pada sembarangan tempat, tambah Elzadaswarman.

Sekarang ini, tambah Rida,  di 62 kelurahan, proses prilaku hidup sehat di tengah masyarakat, sudah bergeser menjadi kultur budaya yang baik. Meski belum 100 persen, tapi sosialisasi terus dipergencar jajaran kesehatan dan Forum Kota Sehat, termasuk ke sekolah-sekolah dan pasar tradisional.  Dalam beberapa tahun terakhir, Payakumbuh juga telah memperoleh gelar juara UKS Nasional dan Piala Adiwiyata,  ungkapnya.

Menurut  Elzadaswarman,  sejak 2004, Payakumbuh sudah menerima penghargaan dari Presiden RI sebagai Kota Sehat. Dimulai dari tingkat terendah, yaitu tingkat pemantapan, tingkat pembinaan dan tingkat pengembangan. Khusus tingkat pengembangan,  sudah tiga kali berturut-turut 2009, 2011 dan terakhir 2013 diraih Payakumbuh. Gelar keempat di tahun 2015 ini, harus kita rebut lagi, tegasnya. (Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*