Buruh Angkat Di Mentawai Diamankan

Meresahkan, Buruh Pelabuhan di Tuapejat digiring ke Mapolres Kabupaten Kepuluan Mentawai.

Padang-today.com – Polres Kabupaten Kepuluan Mentawai, mengamankan tujuh orang buruh angkat yang tergabung dalam organisasi TKBM Tuapejat diduga melakukan pungutan liar (Pungli).

“Mereka diamankan di Pelabuhan Tuapejat, Mentawai, yakni “M” (44), “N” (44), “D” (54), “A” (39), “K” (43), “N” (63) serta “DF” (41),”kata Kasat.Reskrim Mentawai, Iptu Hendri Bayola saat dihubungi dari Padang.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi masyarakat dan para pedagang di Tuapejat bahwa buruh angkat di dermaga Tuapejat banyak melakukan kecurangan dg meminta upah melebihi dari kesepakatan.

“Dari hasil penyelidikan dilapangan ditemukan buruh melakukan pungut upah angkat tidak sesuai dengan ketentuan yaitu ada 6 karung ukuran besar yang dibayar oleh pedagang sebesar Rp. 200.000 perkarton,”

Semestinya kalau harga yg tlh di sepakati antara buruh dan pedagang maka barang seperti karton/ karung ukuran besar adalah Rp. 20.000, karton ukuran kecil Rp. 3000, karung ukuran 50 Kg Rp. 5000, karung ukuran kecil Rp. 3000, sayur Rp. 30.000 / becak.

Tapi dilapangan Sat Reskrim Mentawai menemukan buruh meminta upah utk 6 (enam) karung ukuran besar sebanyak Rp. 200.000 dari sini buruh tlh melanggar sendiri kesepakatannya,”jelas Hendri

Hendri Bayola menambahkan, tujuh orang buruh angkat tersebut dibawa ke Mapolres Mentawai untuk dimintai keterangan. Mereka diminta untuk membuat perjanjian untuk tidak lagi melakukan pungli.

“Kita berikan kesempatan kepada seluruh para buruh angkat untuk memperbaiki tingkah lakunya di lapangan dan apabila kedepannya masih ditemukan para buruh masih semena-mena dalam memungut upah terhadap masyarakat dan pedagang kita tidak segan-segan lagi untuk menindak lanjuti ke tingkat penyidikan,”imbuhnya.

Sementara itu Waka Polres Kep. Mentawai Kompol Alvira SH menjelaskan bahwa kesewenang-wenangan para buruh dalam memungut upah maka anggota reskrim kita turunkan untuk memberikan efek jera kepada seluruh para buruh.

“Kita menginginkan seluruh buruh angkat di mentawai konsekwen dalam menetapkan harga upah angkat dg kesepakatan yang telah ada, jangan para buruh dalam memungut upah angkat semena-mena kpd para pedagang sehingga mengakibatkan tingginya harga jual barang oleh pedagang kepada masyarakat,”katanya.

Lebih jauh Waka Polres Kepulauan Mentawai mengatakan kita memberikan peringatan kepada seluruh para buruh untuk membenahi anggota buruhnya dan mengikuti regulasi yang telah dibuat oleh Pemerintah Mentawai, dan atas pelanggaran.

“Semua buruh angkat untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya semena-mena memungut upah angkat terhadap para pedagang,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas