Butet Kertaradjasa Menyindir Keras Kriminalisasi KPK Melalui Seni

Butet Kertaredjasa

Butet Kertaredjasa

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM – Butet Kertaradjasa melalui seni menyindir keras kriminalisasi KPK yang dilakukan Polri usai penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Meski sejumlah aktivis pro KPK juga ikut dikriminalisasi usai bersuara keras, budayawan itu tak mengaku khawatir.

Dalam monolog di kegiatan #SeniLawanKorupsi yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakpus, Kamis (5/3/2015), Butet berperan sebagai seorang perwira tinggi polisi yang menjadi tersangka korupsi bernama BG. Demikian sebagian isi monolog Butet yang sarat akan makna itu:

“Sebelum salah paham, ada baiknya saya memperkenalkan diri. Rasanya saya tidak perlu menyebut nama lengkap saya, BG saja. BG itu bisa Bagong bapakku, Butet ganteng, tapi pantesnya Butet gendeng.

Saudara-saudara seperjuangan, tapi tidak senasib sepenanggungan, saya perlu menegaskan ini, karena dalam dunia pengkorupsian itu seperjuangan tapi tidak sepenanggungan. Ada yang bernasib kasusnya terus diproses KPK, ada yang lebih beruntung kasusnya dilimpahkan ke Kejagung, untuk kemudian terdegradasi ke kepolisian dan Insya Allah di SP3.

Saya mengerti saat ini kalian menganggap saya sebagai orang yang menyebabkan adanya perseteruan KPK dan Polri. Ketika saya ditetapkan tersangka oleh KPK, maka langsung pimpinan KPK dikriminalisasi. Nggak lama lagi temen-temennya KPK, aktivis-aktivis, sampai sampeyan-sampeyan semua ini. Tinggal pilih, disetorke nang (diserahkan ke) Bareskrim, modyar (mati).”

Saat dikonfirmasi apakah tidak takut akan dipanggil pihak kepolisian terkait monolognya, Butet menyebut tak perlu ada yang dikhawatirkan selama apa yang ia katakan adalah sebuah kebenaran. Semua orang, kata Butet, harus memiliki keberanian dalam memperjuangkan kebenaran yang diyakininya.

“Itu risiko perjuangan, karena yang saya katakan adalah kebenaran yang saya yakini sebagai kebenaran. Kalau menyatakan kebenaran kita nggak punya nyali, gimana nasib kita? Takut itu milik semua orang, tapi orang kan punya akal sehat. Kalau orang melakukan kriminalisasi pada aktivis yang tidak punya kesalahan masa seluruh rakyat akan diam, kan tidak,” jelas Butet usai pentas.

Menurut Butet, persoalan bukan terletak pada masalah takut atau tidak takut. Namun adalah kemanusian setiap manusia untuk berani bersikap. Ia mengaku tidak takut karena percaya Tuhan akan melindunginya karena mengatakan kebenaran.

“Saya percaya Gusti Allah kok. Semua tergantung beliau kok. Udah gitu aja. Yang penting saya dalam kesempatan hidup ini berani mengatakan benar harus dikatakan sebagai kebenaran,” tukas pria asal Yogyakarta itu.

Dalam acara pertunjukan #SeniLawanKorupsi, pegiat seni mendeklarasikan dukungan terhadap pemberantasan korupsi. Pimpinan KPK non aktif Bambang Widjojanto juga ikut memberikan orasi. Sejumlah aktivis anti korupsi turut hadil menonton pertunjukan, seperti Denny Indrayana dan Refly Harun.

(ear/bar/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*