Cagar Budaya Syekhburhanuddin Sebagai Wisata Religius

Padang-today.com__Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memiliki benda-benda serta tempat-tempat yang bersejarah peninggalan pada masa Belanda dan Jepang dahulunya. Pemerintah Provinsi Sumbar, tempat-tempat tersebut telah menetapkan sebagai cagar budaya dan telah terdaftar di Balai Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Padang pariaman, terdapat 15 hasil kebuadayaan yang sedang diusahakan untuk menjadi cagar budaya yang dilindungi. Semua potensi dari cagar budaya yang ada didaerah itu, pihak pemerintah setempat akan menjadikan sektor pariwisata. Salah satunya cagar budaya Makam Syekh Burhanuddin yang akan diajdikan lokasi wisata religius dengan dana sebesar Rp 120 miliar dari APBN.

Pemerintah di daerah itu membenahi kawasan tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan Masjid dan Makam. “ Ini merupakan kelanjutan pembangunan masjid dan makam Syekh Burhanuddin termasuk empat titik lain dari 12 titik yang akan dikerjakan,” kata Wakil Bupati Padang Paraiaman Suhatri Bur di Parit Malintang, Minggu (19/05/2019).

Pihak pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk pembangunan tersebut sebesar Rp 120 miliar dari APBN. Hingga saat ini, pembangunan yang telah dilakukan di empat titik itu untuk melanjutkan pemabungan mushala, pagar, makam dan relokasi lokai kuliner dan renovasi permukiman, kantor wali nagari dan sekolah dasar.

Pemerintah pusat berharap agar administrasi terkait pemebenahan tersebut selesai sebelum lebaran, sehingga bisa segera msuk dalam masa tender. “ Saat ini kami telah berkoodinasi dengan pemangku kepentingan di makam Syekh Burhanuddin dan mereka mendukung,” kata dia.

Pada tahap pembangunan ini, masih ada yang belum terselesaikan dari pihak pemerinah kepada pihak makam dan masyarakat dalam bentuk negosiasi agar terwujudnya pembanguan di kawasan cagar budaya itu.

Pada pusat pengembangan kawasan cagar budaya makam Syekh Burhanuddin tersebut telah selesai pada 2016 di Induk Pembangunan dan diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu. “ Yang penting sekarang bagaimana kami dapat menyelesaikan adminstrasinya dulu,” ujarnya.

Sebelumnya Dinas Pariwisata Sumbar akan menjadikan tradisi ‘Basapa’ yang biasa di lakukan oleh jamaah Syatariah di kawasan cagar budaya makam Syekh Burhanuddin sebagai kegiatan wisata religi.

Kepala Seksi Promosi Konvensentif Event dan Minat Khusus Dinas Pariwisata Sumbar Riza Chandra mengatakan, pihaknya telah meninjau beberapa daerah dan ‘Basapa’ memilki potensi untuk dijadikan wisata religi.

“ Jatuhnya pilihan pada ‘Basapa’ karena tradisi tersebut memilki potensi yang tidak ada di daerah lain sehingga diperlukan usah agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” tandasnya menghakiri.

Sementara Sekretaris Daerah Padang Pariaman Jonpriadi mengatakan, banyak nilai dan manfaat yang dapat diambil dengan adanya cagar budaya. Nilai-nilai tersebut bisa untuk pendidikan dan memperkenalkan kebudayaan leluhur kepada generasi muda.

Dengan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda akan dapat meminimalisir pengaruh budaya barat yang masuk karakter anak akibat globalisasi. Dengan pengembangan cagar budaya ini maka dapat dimanfaatkan untuk pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian msyarakat di kawasan cagar budaya tersebut. ( suger )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas