Catatan Perjalanan Operasi Tim 7, 12 Remaja Bukittinggi Dihukum Push Up

Catatan Perjalanan Operasi Tim 7, 12 Remaja Bukittinggi Dihukum Push Up

Catatan Perjalanan Operasi Tim 7, 12 Remaja Bukittinggi Dihukum Push Up

Payakumbuh/PADANG-TODAY.com-Tim 7 Pemko Payakumbuh kembali turun melakukan operasi penegakan Perda, Rabu malam (10/5/2017). Tim mulai turun jam 23.30 WIB, dipimpin langsung oleh Kasatpol PP dan Damkar, Devitra, S.Sos. MSi, didampingi Sekretaris, Afridol dan Kabid Penegakkan Perda, Erizon. Tim 7 yang turun terdiri dari Satpol PP selaku koordinator, Polres Payakumbuh, unsur Kodim 0306, unsur Batalyon 131, Polsekta, Kejaksaan, dan POM TNI.

Objek operasi mulai dari depan rumah dinas ketua DPRD, di area Napar dijumpai konsisi aman. Pada Kafe KF Padang Datar tidak ditemukan pelanggaran. Kafe ini sudah mulai berubah fungsi, di dalam lokasi kafe dijumpai banyak kolam lele. Malam tersebut, pemilik kafe dengan beberapa orang pekerja juga ditemukan sedang mengolah buah pinang.

Tim lanjut ke rumah bilyard depan SMK 1 Payakumbuh. Sesuai dengan izin yang telah dikeluarkan pemerintah, rumah bilyard ini hanya boleh beroperasi sampai jam 22.00 WIB, tapi bilyard ini sering beroperasi sampai dini hari dan pada siang hari juga sering ditemukan pelajar yang bermain. Akhirnya bola dan tongkat bilyard disita petugas dan pemilik diminta hadir di kantor Satpol PP pada Jumat (12/5/2017) karena pada malam itu pemiliknya tidak berada di tempat.

Di setiap objek operasi malam itu tim juga melakukan pembinaan dan penyuluhan dalam rangka menghadapi bulan suci ramadhan. Sesuai dg ketentuan Perda ketertiban umum, rumah makan, kafe, selama bulan Ramadhan tidak boleh buka siang hari. Rumah bilyard malam hari hanya boleh buka setelah shalat tarawih berjamaah, tidak boleh ada unsur perjudian dan minuman keras.

Kemudian tim lanjut ke Medan nan Bapaneh, Ngalau sekitar jam 00.30. Saat tim datang, puluhan remaja yang nongkrong langsung berhamburan dan tancap gas. Namun 3 orang diantaranya tidak bisa mengelak dan ditemukan sedang minum tuak, mereka berasal dari Suliki.

Tim lanjut ke rumah bilyard di Balai Panjang, dimana pada dua minggu sebelumnya juga digrebek oleh tim 7 karena tidak punya izin dan beroperasi sampai subuh. Rumah bilyard (zul) mengaku sudah mengurus izin ke BPM PTSP, kepada zul, tim meminta untuk tidak beroperasi dahulu sebelum izin keluar.

Tim lanjut ke rumah bilyard di limo kampuang milik AM. Tempat ini dilaporkan masyarakat beroperasi sampai subuh dan sangat mengganggu istirahat masyarakat karena lokasi berada ditengah keramaian rumah penduduk. Disini petugas kembali menyita bola dan stik bilyard karena izin nya sudah habis tahun 2015 lalu dan belum diperpanjang.

Petugas meminta untuk mengurus izin dan taat dengan aturan sesuai dengan amanah dari Perda Penyakit Masyarakat dan Perda Ketertiban Umum (tibum). Pemilik diminta datang ke Kantor Satpol PP dan membuat pernyataan.

Dari limo kampung tim lanjut ke pemilik rumah tuak di kawasan Labuh basilang, namun rumah ini sudah tutup. Lalu Tim bergerak ke kawasan GOR kubu gadang, ditemukan beberapa remaja sedang bermain Ludo. Karena waktu sudah menunjukkan jam 1.30 WIB tim membubarkan remaja tersebut dan meminta pulang ke rumahnya.

Kemudian tim lanjut ke koto panjang payobasung, arah jalan lingkar selatan dan terus ke Simpang Tanjung Anau dan tidak menemukan pelanggaran Perda yg biasa digunakan oleh pemuda nongkrong di area tersebut

Selanjutnya tim lanjut ke rumah bilyard di simpang Tarok, sampai jam 2.00 masih beroperasi dan tidak memiliki izin, pemilik diminta datang ke Kantor Satpol PP untuk membuat pernyataan dan mengurus izin.

Di kesempatan yang sama, tim mendapatkan telepon dari penjaga kantor dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, di kawasan Medan nan bapaneh. Sejumlah remaja kembali ramai, sehingga tim langsung meluncur kembali ke Ngalau. Di lokasi ini tim mengamankan 12 orang remaja laki-laki dalam sebuah mobil kijang berdesak desakan.

Saat dipatroli, mereka akan langsung tancap gas, tapi terhalang oleh mobil petugas. 12 remaja ini semuanya berasal dari Bukittinggi. Petugas menggeledah isi mobil dan seluruh barang bawaan, tidak ditemukan minuman keras atau pun narkoba, mereka mengaku hanya bermain bola dari bekas botol aqua dan mencari suasana baru di kota Payakumbuh.

Karena mereka semuanya pelajar, tim menghukum mereka dengan “push up” bersama selama beberapa menit dan setelah itu meminta mereka segera meninggalkan lokasi dan kembali ke Bukittinggi.

Jam 2.30 WIB tim 7 kembali ke posko dan PPNS bersama penyidik Polri melanjutkan proses pembinaan remaja yang diamankan, membuat Surat pernyataan, dipanggil keluarganya dan diminta tidak mengulangi perbuatannya seperti tertuang pada SOP Pol PP dan Damkar.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas