Cegah Abrasi dan Tsunami, AP II Tanam Pohon Cemara Laut

 

Padang-today.com – Angkasa Pura (AP) II menanam ribuan pohon Cemara Laut bibir pantai dekat  Bandara Internasional Minangkabau (BIM),Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar.

   Penanaman cemara udang ini untuk mengantisipasi potensi terjadinya abrasi dan tsunami di masa yang akan datang.

   Menurut Yos Suwagiyono GM Angkasa Pura II Cabang BIM Ketaping, aksi penanaman pohon Cemara Laut ini yang kedua kali dilakukan Angkasa Pura II Cabang BIM. Sebelum ditanam sekitar 1.500 batang pohon Cemara Laut di bibir pantai dekat bandara.

   “Untuk penanaman kedua sekitar 2.500 batang pohon Cemara Laut,”kata dia.

   Aksi penanaman ini kerjasama dengan pihak Universitas Andalas UNAND dengan BNPB. “Kami berkolaborasi dengan UNAND Padang, BNPB, serta Pemda Padangpariaman untuk melakukan penanaman tanaman endemik cemara laut di bibir pantai dekat BIM,”ungkap Yos.

Sementara itu Direktur Finance AP II Bayu Rafisukmawan menyatakan, aksi penanaman bibit cemara laut di pantai Katapiang Kabupaten Padangpariaman itu merupakan program bina lingkungan yang dilakukan PT Angkasa Pura II.

“PT AP II punya kewajiban moril memperhatikan lingkungan sekitarnya. Salah satunya melalui program bina lingkungan ini,” ujar Bayu Rafisukmawan
ketika penanaman pohon Cemara Laut di pantai Katapiang, Padangpariaman.

Penanaman bibit Cemara Laut ini  merupakan kegiatan lanjutan pernah dikerjakan AP II melalui AP II cabang BIM Katapiang. Dalam pelaksanaannya AP II bekerjasama dengan Universitas Andalas (UNAND) Padang.

“Tidak dapat dipungkiri, untuk jangka pendek manfaat penanaman pohon itu belum bisa dirasakan langsung masyarakat, namun lima hingga 10 tahun kedepan bisa dimanfaatkan,”tegas Bayu.

Menurutnya penanaman cemara laut ini tidak semata-mata untuk mitigasi gempa dan tsunami bagi BIM, tapi ini juga nantinya bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat nantinya.

“Karena lokasi ini nantinya bisa menjadi objek wisata baru bagi orang banyak, dan di sanalah keuntungan yang akan didapat masyarakat setempat,” kata Bayu.

   Disisi lain Direktur Perbaikan darurat BNPB Medi Herlianto menyatakan, dalam kaca mata BNPB, Bandara BIM bakal potensi bencana tinggi. Salah satunya bencana tinggi yang akan mengganggu BIM ini yakni gempa dan tsunami serta abrasi pantai.

“Soalnya keberadaan bandara ini cukup dekat dengan bibir pantai hanya berjarak sekitar 500 M dari bibir pantai maka perlu upaya antisipasi,”ujar Medi.

    Adanya potensi bencana yang demikian, dibuatlah program hutan pantai ini dengan melakukan penanaman cemara laut dan cemara Laut di Pantai Ketaping.

Penanaman bibit pohon tersebut sangat penting karena BIM Ketaping ini berada di pesisir pantai barat Sumatera rawan bencana tsunami dan ini menjadi green belt bandara.  Pohon yang ditanam ini bisa mencegah abrasi dan tsunami yang mengancam bandara.

“Ini sebagai langkah mitigasi bagi bandara BIM. Sebab bandara merupakan objek vital negara, dan pegang peranan penting,” sebut Medi. (dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas