China Mulai Menyerang Yahoo Setelah Blokir Instagram

YAHOOOChina, PADANGTODAY.com – Akibat demonstrasi besar-besaran warga Hongkong yang menuntut demokrasi langsung dari pemerintah China, pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut mulai memperketat internet di negara mereka. Setelah Senin kemarin (29/09) memblokir Instagram, kini pemerintah China mulai menyerang Yahoo.

Beberapa pengamat internet menyatakan apabila pemerintah China ketahuan menyerang Yahoo dengan membajak akses pengguna di negara mereka. Metode serangan ‘man-in-the-middle’ yang diterapkan oleh China diketahui dapat membuat jalur akses Yahoo yang biasanya dilindungi oleh enkripsi bisa ditembus.

Celakanya, setelah itu pemerintah China melakukan penyensoran terhadap topik-topik pencarian warganya, terutama yang berkaitan dengan demonstrasi warga Hongkong yang sering disebut ‘Umbrella Revolution’. Oleh sebab itu, tautan-tautan yang berhubungan dengan demonstrasi Hongkong yang ada di Yahoo tidak akan bisa dibuka dari wilayah China daratan.

Kasus serangan tersebut telah dikonfirmasi oleh anggota GreatFire, sebuah kelompok aktivis anti-sensor China. Bahkan, komplain-komplain terhadap penyensoran beberapa artikel di Yahoo juga dilontarkan oleh pengguna Twitter di China.

Pakar teknologi dari organisasi HAM Access, Michael Carbone, juga mengamini jika serangan skala besar seperti yang tengah menimpa Yahoo hanya bisa dilakukan oleh organisasi besar seperti pemerintah China, Mashable (30/09).

Ternyata bukan pertama kali ini pemerintah China dianggap bertanggung jawab terhadap serangan ‘man-in-the-middle’. Di awal tahun ini, pemerintah China diyakini melakukan serangan dengan metode yang sama terhadap situs Google.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas