Dai, Ayo Berdakwah ke Pedalaman

Pengurus Dompet Dhuafa saat menggelar kegiatan di Mentawai.

Pengurus Dompet Dhuafa saat menggelar kegiatan di Mentawai.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.COM -Komunitas muslim di Dusun Labuhan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai memerlukan sentuhan dakwah yang intensif.

Berdasarkan keterangan dari Ukkuy, Ketua Pengurus Masjid Al-Fattah, Dusun Labuhan Bajau masyarakat yang menganut Islam di dusun ini berjumlah 50 Kepala Keluarga (KK). Jumlah anggota keluarga dan kondisi keluarga yang beragama Islam tersebut bervariasi antara tiga hingga tujuh orang dan agama antar anggota keluarga terkadang berbeda satu sama lain.

Di Dusun Labuhan Bajau ini, bukanlah suatu hal yang aneh jika Bapak (Kepala Keluarga) beragama non-Islam sementara Ibu atau anggota keluarga yang lain beragama Islam, begitu juga sebaliknya.

Selama mengikuti Program Da’i Pedalaman yang diselenggarakan oleh Corps Da’i Dompet Dhuafa (Cordofa) mulai tanggal 25 Juni–2 Agustus 2014, banyak pengalaman yang menggugah yang didapatkan dari masyarakat Dusun Labuhan Bajau, Desa Sigapokna.

“Salah satu pengalaman tersebut adalah semangat toleransi antar umat dan menghargai tamu yang dimiliki warga Dusun ini. Ketika bersilaturrahim kepada Elisani Lase yang merupakan Kepala Dusun Labuhan Bajau Utara yang beragama Katolik, kami disambut dengan antusias,” terang pengurus Dompet Dhuafa Arif Budiman Effendi, Rabu (13/8).
Pengalaman berharga lainnya adalah ketika berbuka puasa, bukan hanya umat Islam yang mengantarkan makanan untuk berbuka puasa ke Masjid, tetapi Bapak Arasokhi Lase yang merupakan tetangga Masjid Al-Fattah dan beragama Katolik beberapa kali mengantarkan makanan untuk berbuka puasa untuk jama’ah masjid Al-Fattah.

Potensi kebaikan dari kaum muslimin di Dusun Labuhan Bajau ini cukup bagus. Figur-figur semisal Ust Kamilus, SPd I, alumni UMSB, Syahrial yang merupakan Da’i di Dusun Labuhan Bajau binaan DDII, Ukkuy yang diamanahkan sebagai Ketua Pengurus Masjid Al-Fattah, Bukhari Ilyas yang dipercaya warga sebagai Kepala Dusun Labuhan Bajau Selatan, Perawat Nanda yang ditugaskan oleh Pemerintah sebagai Perawat di Dusun ini, adalah sebagian kecil dari komunitas muslim di Dusun ini yang banyak berkontribusi dalam kegiatan ke-Islaman di Dusun ini.

Tidak hanya kaum muslimin, kaum muslimat di Dusun ini juga memiliki semangat untuk memberikan kebaikan di Dusun ini juga memiliki semangat untuk memberikan kebaikan di Dusun Labuhan Bajau. Yeni Wiharyani, Taswarni, Novi, Fifi, Bidan Liana merupakan sosok-sosok muslimat yang aktif dalam aktivitas ke-Islaman di Dusun Labuhan Bajau ini.

Semangat belajar Islam yang dimiliki oleh para remaja dan anak-anak dari kaum muslimin di Dusun ini, juga cukup tinggi. Sebagai contohnya adalah Habil yang merupakan putra Bapak Liba dan Ibu Taswarni, yang sekarang belajar di MTs Al-Muhtadin, Sikabaluan dan sudah hafal hampir 1 Juz Al-Qur’an (Juz 30). Begitu juga dengan Hendri, anak yatim yang selalu hadir dalam Program Penghafalan Al-Qur’an untuk Belia yang kami bina selama melaksanakan Program Da’i Pedalaman di Dusun Labuhan Bajau ini.

Berdasarkan pengalaman dan kondisi yang kami rasakan selama melaksanakan Program Da’i Pedalaman di Dusun Labuhan Bajau, Kec. Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai, Prov. Sumatera Barat selama Ramadhan 1435 H, kami mengajak kaum muslimin dan para pegiat dakwah untuk mulai mengarahkan langkah dakwahnya ke komunitas pedalaman secara lebih intensif dan rutin. Melalui tulisan ini, kami menggugah agar Corps Da’i Dhuafa (Cordofa) bisa merangkul Kementerian Agama RI dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an semisal Sekolah Tinggi Agama Islam – Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAI-PIQ) Sumatera Barat, untuk membuat program dakwah bersama di komunitas pedalaman semisal di Dusun Labuhan Bajau, Desa Sigapokna, Kec. Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai. (*/dil)