Da’i Entrepreneur dalam Rengkuhan DD H. Beni Nugraha Amri, Lc. Da’i Cordofa

 

Advertisements
Da'i.

Da’i.

PADANGTODAY.com-Ketika mendengar kata da’i, yang terbayangkan oleh kita adalah seseorang dengan kegiatan dakwah dan perannya sebagai agen kebaikan bagi banyak orang. Di banyak tempat dalam Al Quran, Allah menyebutkan tentang dakwah dan keutamaan orang yang mengajak orang lain dalam kebaikan serta melarang kemungkaran. Lebih populer kita kenal dengan istilah amar ma’ruf nahi mungkar.

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, dan mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”(Q.S.Fushilat:33).

Ayat tersebut menyebutkan perkataan terbaik adalah perkataan yang menyeru kepada Allah, seperti dakwah seorang da’i (baca: dakwah bil lisan), mengerjakan amal shaleh, menyatakan da’i adalah seorang muslim sejati (baca: dakwah bil hall). Istilah da’i ini berkembang sesuai dengan tuntutan objek dakwah. Ada yang kita sebut da’i pedalaman, da’i tapal batas, da’i ambassador, da’i kristologi, da’i minoritas muslim, dan da’i entrepreuner. Semua program da’i ini memiliki objek dan medan dakwah yang berbeda-beda. Kesemuanya menjadi perhatian serius Dompet Dhuafa, khususnya Cordofa (Corps da’i Dompet Dhuafa’).

Da’i pedalaman dengan program dakwah di daerah pinggiran (baca: daerah marginal) di wilayah nusantara, da’i tapal batas berdakwah di wilayah perbatasan nusantara dengan negara tetangga, da’i ambassador berdakwah di wilayah mancanegara yang juga didiami masyarakat Indonesia, da’i kristologi berdakwah di wilayah mayoritas Kristen dengan minioritas muslim, dan terakhir da’i entrepreuner dengan program dakwah sebagai da’i pemberdaya, mendampingi, dan memberdayakan masyarakat mandiri di Program Masyarakat Mandiri (MM). Program yang telah dibina oleh Dompet Dhuafa di seluruh cabang di Indonesia.

Da’i entrepreuner ini di jadikan sebagai penguat program pemberdayaan kaum dhuafa yang tergabung dalam Program Masyarakat Mandiri. Sehingga yang diharapkan bukan saja keluarnya kaum dhuafa dari kemiskinan duniawi tetapi juga memiliki tingkat mental spiritual yang lebih meningkat. Peningkatan kapasitas para da’i entrepreuner ini dilaksanakan dengan diadakan kegiatan training da’i entrepreuner oleh Cordofa di Ciputat, tanggal 27-31 Oktober lalu.

Selama tiga hari para Da’i di bekali dengan materi dan ilmu pemberdayaan oleh para praktisi Dompet Dhuafa yang telah malang melintang dalam program pemberdayaan masyarakat. Sementara hari keempat dan kelima para Da’i diajak melakukan program pemberdayaan dan pendampingan ke kelompok Masyarakat Mandiri di Zona Madina, sebuah tempat (baca: cluster) percontohan zakat yang berada di daerah Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor.

Di Zona Madina ini, Dompet Dhuafa dengan program pemberdayaan ziswafnya telah berhasil menyentuh sisi yang sangat mendasar dalam kehidupan masyarakat. Tempat tersebut telah bisa dijadikan tempat eko-wisata, edu-wisata dan wisata budaya. Di Zona Madina ini, kita juga akan mendapati rumah sakit Rumah Sehat Terpadu (RST) Dhompet Dhuafa, dan Lembaga Pengembangan Insani, Sekolah Bertaraf Internasional Smart Ekselensia Indonesia, Radio Komunitas Swara Cinta, Kampung Ternak, Cluster Masyarakat Mandiri, dan kearifan masyarakat lokal yang terpelihara di antaranya Silat Jampang. training ini diikuti oleh 16 Da’i Nusantara.

Da’i entrepreneur menjadi ujung tombak penajam program Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa. Agar yang miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya. Agar pola pikir mereka menguat, tegar untuk terus memperjuangkan hidup yang lebih baik. Tidak hanya itu, Da’i Entrepeneur juga bertugas menguatkan mental spiritual mereka. Mengubah memang tak mudah, tapi berbuatlah. Salam Cordofa.(dil/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*