David Iztambul: Vocalist Sumbar Mulai Bicara di Belantika Musik Indonesi

 

Sri David Hendra  Vocalis asal Pesisisr Selatan dan Dewi Perssik.

Sri David Hendra Vocalis asal Pesisir Selatan dan Dewi Perssik.

PADANGTODAY.com-David, nama seorang vocalis asal Sumatera Barat yang kini tergabung dalam IZTAMBUL BAND mulai mencuat kepermukaan seiiring dengan keberhasilannya menggaet artis sensasional papan atas Indonesia Dewi Perssik. Band yang mengusung genre musik pop melayu ini, baru saja menyelesaikan kolaborasi mereka bersama Dewi Perssik lewat single teranyer berjudul “Karena Kamu”.

Karir bermusik pria berdarah Minang bernama lengkap Sri David Hendra yang lahir di Painan (Sumatera Barat) pada 11 Juli 1989 ini, bermula saat ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah Nagari kecil bernama “Bungo Pasang” di Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan. Lahir di tengah-tengah keluarga yang penuh dengan kesederhanaan. Orang tua David hanya seorang tukang ojeck motor yang berjuang menghidupi anak istrinya dari hari-kehari. Begitu keras dan susahnya kehidupan di kampung, membentuk diri seorang David tumbuh menjadi anak remaja yang ulet dan mandiri. Ia tahu betul untuk urasan jajan dan kebutuhan hidupnya tak harus terus menerus bersumber dari orang tua. Hal itulah yang memotivasi David untuk tetap sabar dan ikhlas menekuni pekerjaannya di dunia seni musik. Dari honor yang diterimanya sebagai penyanyi dan crew orgen keliling, ia mencoba bertahan dan ikut membatu ekonomi orang tua.

Kehadiran David di belantika musik Indonesia tergolong istimewa dan di luar ekspektasi yang ia bayangkan sebelumnya. “Saya rasanya seperti mendapat durian runtuh dan seolah tak percaya dengan lika liku perjalanan bermusik yang saya jalani. Alhamdulilah saya merasa bersyukur atas nikmat, berkah dan karunia dari Allah SWT atas semua kesempatan yang sangat berharga ini” ujar David. Rasanya seperti mimpi saja, masih terbayang dalam ingatan baru kemaren rasanya saya masih ikut rombongan orgen tunggal yang manggung dari kampung hilir kampung, menjadi crew bongkar pasang alat orgen merangkap juga sebagai penyanyi. Pagi- pagi sudah berangkat dan kadang pulang ke rumah sudah pagi lagi. Semua saya lakukan untuk sebuah tujuan agar bisa merubah kehidupan yang lebih baik, dan berharap bisa membantu kehidupan serta membahagiakan kedua orang tua, tutur David.

Bakat seni suara yang dimilikinya mulai nampak sejak usia anak- anak, slalu tampil mengisi beberapa panggung hiburan di daerah, ia pun dikenal memiliki banyak prestasi saat masih duduk di bangku sekolah. Alumni SMK Negeri 1 Painan yang satu ini, acap kali meraih juara di berbagai perlombaan lagu, festival musik, dan pagelaran seni di daerahnya. Tahun 2006 adalah awal karir bermusik David saat bergabung bersama Paragraf Band, sebuah band lokal di Kota Painan yang cukup populer saat itu. Dari sinilah David bersama sahabat- sahabatnya Rio (drum), Teguh (bass), Ryan (guitar), David Renso (guitar) dan Ade (keyboard) membangun mimpi- mimpi mereka. Namanya saja masih skop daerah, band kami terbentuk dari aktifitas musiman, kami baru ngumpul kalau sudah ada iven iven festival dan tak jarang kami sering berpindah – pindah grup yang berbeda. Tapi faktor kecocokan dan kesejiwaan membuat teman- teman kembali ke formasi awal. Maklumlah namanya saja masa- masa remaja yang penuh dengan ego”, kenang David.

Saat bersama Paragraf Band inilah David dan teman- temannya mulai berkarya mengeluarkan mini album akuistik yang berjudul:  Antara Kau dan Dia, Peri Kecil, dan Pujangga Cinta. Lagu mereka sering diputar oleh stasiun – stasiun radio di Sumatera Barat kala itu, Tembang- tembang dari suara David yang melankolis sangat akrab di telinga pendengar musik di kampung halamannya. Bahkan, lagu mereka sempat masuk dalam album compilasi sixcoustix lintang 6 se-Sumbar dan  beberapa iven yang disponsori oleh L A lights, Jawara Chart Radio dan Minang TV Perfomance.

Pada pertengahan tahun 2014, merasa karir musiknya stag dan tak berkembang, akhirnya David memutuskan dirinya untuk hijrah merantau ke Jakarta. Ya.. Jakarta…., siapa yang tak kenal dengan kota metropolitan yang kata sebagian orang lebih kejam dari ibu tiri. Kota yang menjanjikan bagi orang- orang berkantong tebal. Jelas bukan orang- orang seperti saya, renung David. Tapi anehnya, Jakarta tetap saja menjadi mimpi bagi kebanyakan musisi daerah yang ingin karir musiknya lebih maju. “Tak ada salahnya untuk dicoba, soal gagal itu urusan nanti, yang penting “diadu” dulu, begitu tekad David.

Gayung sepertinya bersambut, David mendapat kontak dari temannya di Jakarta. Salah seorang teman yang kenal dengan sebuah perusahaan agency kabarnya bersedia mengorbitkan mereka. Perjalanan bermusik David di Jakarta bersama rekan- rekan barunya pun dimulai. David mulai tampil di panggung- panggung kecil, mulai dari cafe ke cafe, ataupun iven- iven kecil yang mengundang mereka untuk mengisi acara.

Semangat seorang anak desa yang lugu dan bermimpi ingin menakhlukkan Ibukota inipun, mendapatkan berbagai macam ujian dan cobaan. Mulai dari pihak agency yang kerap merugikan kami, hingga tak jarang kami harus rela tidak dibayar seperserpun oleh pihak promotor. begitulah suka dukanya, tutur David. Setidaknya apa yang kami peroleh dari manggung hanya cukup untuk bertahan hidup. Beruntung saya punya sahabat “Alan” yang juga berasal dari Pesisir Selatan. Tapi kini ia menetap bersama keluarganya di Bekasi. Berkat kebaikan orang tuanya saya diizinkan tinggal bersama mereka, bahkan juga ada teman- teman musisi dari berbagai daerah yang juga tinggal di sana. Ibaratnya rumah itu sudah seperti basecamp anak- anak daerah yang ingin berkiprah di Jakarta. Rasanya sudah seperti orang tua sendiri, sungguh kebaikan beliau sulit untuk kami balas.

Nah… dari support dan bimbingan orang tua Alan inilah akhirnya David, dan juga Alan terus melanjutkan perjuangan mereka yang memang belum menemukan titik terang. Bukanlah hal yang mudah untuk bisa masuk dapur rekaman. Bahkan sempat terbersit untuk meninggalkan Jakarta dan kembali pulang.

Karna sering mengisi acara di cafe- cafe, David akhirnya banyak mengenal teman- teman yang se profesi. Hingga pada suatu ketika David mengenal Zani yang kini menjadi drummer Bandnya di Iztambul. Zani mengajak David dan Alan untuk mencoba mengikuti audisi Iztambul Band yang saat itu tengah mencari posisi vocalist dan basist.

Audisi itupun mereka ikuti dengan sungguh- sungguh, bahkan cukup banyak peserta yang ikut dalam proses audisi itu. Alhamdulillah kompetisi yang ketat itu berhasil mereka lewati. David, Alan dan Zani akhirnya dinyatakan lolos, dan kini resmi bergabung bersama Iztambul Band di bawah bendera Iztambul Management yang pimpin oleh sang produser Swajie. Artinya, David dan teman- teman telah memulai sebuah babak baru, berkarir di dunia musik profesional bersama Iztambul Band.

Dari sumber- sumber infotainment yang diperoleh, ternyata Iztambul Band sendiri sudah berkolaborasi dengan beberapa musisi. Diantaranya Demitha, kemudian bersama Roy Jeconiah, dan kini giliran Dewi Perssik. Diketahui pula Ciri khas dari Iztambul Band adalah berkolaborasi atau featuring.  Imej itu yang sedang dibangun oleh Iztambul Management.

Di awal debut Iztambul Band dengan formasi David (vokal), Wulan (keyboard), Jeje (gitar), Zani (drum), dan Alan (bass) mereka diberi kesempatan istimewa untuk featuring dengan Artis penuh sensasional Dewi Perssik. Proses rekaman dan video clips single teranyer mereka “Karena Kamu” telah rampung dikerjakan beberapa waktu yang lalu. Para fans/ penggemar tanah saat ini telah bisa menikmati karya mereka yang diunggah di halaman YouTube. Sebuah progress dan awal yang baik, terbukti baru 5 hari semenjak diupload, video mereka telah disaksikan oleh hampir 4000 pengunjung dengan 549 orang yang melakukan subsrcibe (pengikut).

Pada rabu malam 1 Oktober 2014 yang lalu, David dan teman- teman Iztambul perform perdana di program Canda Metropolitan yang siarkan oleh MNC TV. Ini mungkin sejarah, paling tidak untuk David dan Alan yang pertama kali tampil di layar kaca. David juga mengutarakan, selain single “Karena Kamu” kami juga tengah berusaha menggarap mini album. Mudah- mudahan berkat doa serta dukungan para penggemar dan atas izin Allah SWT semua itu bisa kami selesaikan dengan baik dan lancar,  Amin Ya Rabbal’Alamin, ujar David.

Perjalanan dan perjuangan David bersama Iztambul Band tentu masih akan terus berlanjut. Harapan untuk ingin lebih maju dan terus melahirkan karya demi karya, dan tidak ingin cepat puas, adalah capaian yang ingin mereka raih. Terimakasih tak terhingga untuk semuanya, Semoga masyarakat Indonesia se-tanah air dapat menikmati dan menerima warna musik serta ciri khas yang kami miliki. Sebab bagaimanapun, untuk kami bisa menjadi besar, pastinya butuh dukungan dari sahabat- sahabat pendengar dan penggemar, komentar David.

Demikian sekelumit potret perjalanan kisah David sang vocalist Iztambul, yang di satu sisi tengah menggapai masa depannya, tapi di sisi lain tak ingin menghapus masa lalu. Semoga tetap Istiqomah, Siapa yang bersungguh -sungguh pasti akan berhasil, Amin. (dil/by. Painan_IMP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas