DBD Penyakit yang Mematikan

 

Advertisements
 Direktur RSUD Pariaman, Lila Yanuar.

Direktur RSUD Pariaman, Lila Yanuar.

PARIAMAN, PADANGTODAY.COM-Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegiptyatau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Pariaman, Lila Yanuar, kepada wartawan Selasa (3/2) diruang kerjanya.

Menurutnya, Penyakit Demam Berdarah atau yang biasa di kenal dengan DBD merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Jadi penyakit ini harus cepat di tangani salah satunya dengan membawa berobat ke Dokter.

Dijelaskan, Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dan dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Gejala penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Namun secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah.
Dokter Lila menjelaskan awal tahun ini ada 30 kasus penyakit dalam yang ditangani oleh RSUD Pariaman. Selain itu, pasien yang menderita DBD harus di rawat nginap, dari 30 kasus ini, sebanyak 23 orang dewasa dan 7 orang anak-anak. Artinya, sebanyak 30 kasus yang ada di RSUD Pariaman ini yang termasuk banyak adalah penyakit DBD, Ujarnya.

Dari 30 kasus tersebut, 11 orang pasien dari Kota Pariaman, dan 19 orang dari Kabupaten Padangpariaman. Saat ini semua pasien telah pulang kerumah masing-masing. Namun, ada satu pasien yang belum pulang, karena masih dalam tahap penyembuhan. “ungkapnya”.

Himbauan Direktur Dokter Lila, bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit. Selain itu, harus menerapkan sistem 3 M yaitu, Menguras, Mengubur dan Membakar. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*