Debat Publik Paslon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman

Padang-today.com__Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, periode 2018-20123 menyampaikan program pembangunan daerah lima tahun ke depan melalui debat publik Pemilihan Kepala Daerah serentak yang akan di laksanakan pada tahun ini 2018.

Sebanyak tiga kandidat Paslon Walikota dan Wakil Wali Kota dan Wakil Wali Kota memaparkan ide dan gagasan untuk kemajuan dan membangun masyarakat Kota Pariaman selama lima tahun kedepa di Gedung STIE Sumatera Barat Pariaman.

“Secara umum kami menilai ketiga pasangan calon memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menyampaikan gagasan untuk pembangunan Kota Pariaman sesuai visi dan misi masing-masing,” kata salah seorang panelis debat publik Pilkada Pariaman, Hendra Naldi, di Pariaman, Sabtu, 05/05/2018 usai kegiatan debat publik Pilkada Pariaman.

Ia mengatakan untuk pasangan calon nomor urut satu Mahyuddin dan Muhammad Ridwan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra, lebih dominan pada penjabaran tentang pengalaman birokrasi untuk pembangunan Kota Pariaman ke depan.

Kemudian pasangan nomor urut dua Dewi Fitri Deswati dan Pabrisal Asril yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) lebih memaparkan kepada aspek teknologi.

Untuk pasangan nomor tiga, kata dia, Genius Umar dan Mardison Mahyuddin yang didukung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai pendukung lebih mengedepankan tata kelola publik.

“Secara umum ketiga pasangan calon bagus, mereka bisa memainkan kreativitasnya dalam menyampaikan beberapa program yang akan dilaksanakan apabila terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman lima tahun ke depan,” kata dia.

Paslon dengan nomor urut satu Mahyuddin dalam debat publik tersebut menyampaikan, apabila terpilih pada 27 Juni 2018, pihaknya berjanji akan membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin di Kota Pariaman.

Menurut dia, salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu membuka usaha perbengkelan di Kota Pariaman, karena saat ini bisnis tersebut belum ada di daerah itu dalam skala besar.

Kemudian calon lainnya, Dewi Fitri Deswati menyampaikan jika terpilih pihaknya akan mengedepankan pembangunan Kota Pariaman berbasis smart city.

Sebagai contoh ujarnya, pemerintah akan menggunakan aplikasi jaringan yang bisa menghubungkan secara langsung perangkat desa dengan walikota apabila terkendala urusan pemerintahan.

Nah, lanjut dia, untuk nomor urut tiga Genius Umar menyampaikan jika terpilih untuk periode selanjutnya, pihaknya akan melanjutkan berbagai program pemerintahan saat ini.

Diantaranya pembangunan mesjid terapung, pembangunan sport center, pengembangan kawasan wisata terpadu di sepanjang garis pantai serta melakukan pembangunan jalan lingkar timur.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pariaman Boedi Satria mengatakan debat publik Pilkada Pariaman merupakan salah satu upaya para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam menjaring hati konstituen.

“Kita berharap setiap calon dapat memberikan pemaparan yang maksimal untuk meyakinkan hati masyarakat,” ujarnya.

Pihak penyelenggara debat publik tersebut tidak tanggung tanggung dalam segi keamanan dan kenyamanan paslon dan tamu undagan yang ikut dalam kegiatan tersebut. Bahkan, untuk tamu undangan yang memasuki ruangan debat publik tersebut harus memilki undagan dari pihak penyelenggara.

“Siapa pun dia kalau tidak mempunyai undagan dalam acara tersebut tidak diperbolehkan memasuki ruangan debat publik,”  kata salah satu panitia kepada wartawan yang akan meliput acara tersebut.

Salah satu wartawan daerah setempat yang telah memiliki kartu izin untuk meliput kegiatan tersebut bersiteru di meja tempat penerimaan tamu undagan. Dengan nada sinis panitia berucap “ kalo tidak ada undagan tidak diperbolehkan masuk”.

Debat Publik yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ‘STIE’ Sumatera Barat itu mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian. Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, Sumatera Barat menyiagakan 100 personel polisi untuk membantu mengamankan jalannya debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pariaman.

Selain anggota polisi, pengamanan debat Pilkada kali ini juga melibatkan unsur TNI sebanyak 10 orang dan Satuan Polisi Pamong Praja 20 personel, dan masing massing mereka disiagakan ditempat pengamanan yang telah ditentukan.

Selain itu, pengamanan debat publik kali ini pihak kepolisian juga menggunakan metal detektor untuk memeriksa setiap tamu undangan yang memasuki ruangan dan juga siap siaga satu unit mobil water canon, empat unit mobil patroli, dan delapan unit motor patroli. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*