Deklarasikan Stop BABS, Peran Masyarakat Dalam Sanitasi Lingkungan

Padang Panjang, TODAY—Wujud kongkrit kepedulian dalam menjaga sanitasi lingkungan, masyarakat Padang Panjang Timur lakukan deklarasi bersama tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Aula Kecamatan setempat, Senin (30/9).

Camat Padang Panjang Timur, Doni Rahman menyebut kegiatan yang dimotori Forum Kota Sehat (FKS) tersebut sangat singkron dalam menunjang program serta visi dan misi Pemerintah Kota (Pemko) terkait perwujudan Kota Sehat. Hal ini sangat strategis mengingat dari 23 ribu penduduk di wilayah kecamatan tersebut, 20-30 persennya masih mengalirkan limbah ke sungai.

“Kebijakan non fisik yang kita lakukan yakni dengan mendorong pemahaman masyarakat dalam pola hidup sehat dan mengubah kebiasaan serta meningkatkan budaya malu bagi masyarakat dalam urusan BABS yang memanfaatkan aliran sungai dan irigasi. Kemudian secara fisik yakni, melalui pembangunan serta rehab MCK dan Ipal Komunal,” ujar Doni usai kegiatan deklarasi.

Ketua FKS Kota Padang Panjang, Hariyanto menyebut deklari tersebut merupakan suatu perwujudan advokasi bagi masyarakat untuk perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan tersebut, merupakan aksi nyata dukungan masyrakat dalam mengatasi masalah BABS.

Dikatakan Haroyato, pembangunan Ipal melalui DAK 2018 di Kelurahan Guguk Malintang dan Ekorlubuk terdapat 5 titik untuk 222 KK. Kemudian pada 2019 ini, 3 Ipal kembali direalisasikan untuk Kelurahan Bukitsurungan dan Ekorlubuk bagi 344 KK.

“Sedangkan untuk 2020 mendatang, juga telah diusulkan penganggarannya melalui dana DAK pusat untuk membangun Ipal Komunal di Kelurahan Sigando, Gantiang, Guguk Malintang dan Tanah Hitam dengan daya tampung bagi 200-400 KK,” ungkat Hariyanto.

Terkait kondisi secara umum di Kota Padang Panjang berdasarkan kondisi 2017, Hariyanto mengatakan lebih kurang 3 ribu KK tidak memiliki jamban dengan seribu KK berada di kawasan Padang Panjang Barat. Menyikapi kondisi tersebut, selain telah dibangun 5 lokasi Ipal Komunal untuk 50 KK melalui program Kota Ku, juga terdapat pembangunan Ipal dan MCK Mix plus Ipal di beberapat kawasan di Padang Panjang Barat.

“Di antaranya 2 titik Ipal untuk 97 KK di Kelurahan Silaing Atas, MCK Plus Ipal di Pasar Usang untuk 90-100 KK dan 4 Ipal di Kampung Manggis untuk lebih dari 200 KK. Semua itu berkat dukungan masyarakat yang mengijinkan pembangunan Ipal Komunal pada lahan mereka,” beber Hariyanto.

Sementara salah seorang pemilik lahan lokasi dibangunnya Ipal Komunal di Kubugadang, Sardizal membenarkan telah menyetujui penggunaan lahannya. Hal ini juga dengan dukungan anak nagari serta kemanakannya, karena melihat efek positif dari pembangunan Ipal Komunal tersebut terhadap lingkungan secara umum.

“Kami bersama masyarakat sekitar dan anak nagari serta kemanakan, melihat ini suatu yang positif terhadap kebersihan lingkungan. Termasuk juga terhadap kepentingan masyarakat banyak,” jawab pria yang akrab disapa Wan Dotor ini melalui selularnya. (nfo/ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas