Demam Batu Akik, PNS Pemkab Agam Dilarang Mangkal Di Tempat Penjualan Batu Akik Disaat Jam Dinas

 

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Demam batuk akik benar-benar sedang melanda berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Agam. Namun ditengah euphoria masyarakat akan keindahan batu akik dari berbagai wilayah di Indonesia, tentu saja dapat membuat sebagaian masyarakat lupa akan waktu.

Dari pantauan padangtoday.com di beberapa sudut kota Lubukbasung Kabupaten Agam, Senin (2/3) pagi, tampak di beberapa tempat penjualan ikat cincin dan tempat asah batu akik, terlihat beberapa pria yang memakai pakaian dinas Pemerintahan Daerah (Pemda), padahal saat itu masih dalam jam dinas.

Hal tersebut, tentunya dapat mengganggu kinerja Pegawai Negeri, karena sebagai pelayan masyarakat, PNS harusnya tetap berada di kantor pada saat jam kerja untuk pelayanan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Syafirman ketika dihubungi padangtoday melalui telpon selularnya mengatakan, bahwa kalau ada pegawai pemerintahan yang berada di luar pada saat jam dinas apalagi di tempat penjualan batu akik, merupakan tindakan yang melanggar kedisiplinan.

“Kita akan mencoba meninjau apakah memang ada pegawai yang keluyuran di jam dinas dan mangkal di tempat asah batu atau tempat penjualan batu akik. Apabila ada, kita akan memberikan teguran, karena pada saat jam dinas, pegawai di haruskan berada di kantor untuk melakukan pekerjaannya, kecuali ada hal penting misalnya tugas kantor yang mengharuskan mereka ke luar kantor,” ujar Syafirman.

Sekda juga mewarning pegawai dilingkungan Pemkab Agam agar tidak melanggar kedisiplinan, apalagi mangkal di tempat-tempat penjualan batu akik pada jam dinas. Apabila nanti masih ada pegawai yang melanggar maka akan di tindak karena melanggar kedisiplinan pegawai.

“Kalau demam batu akik boleh-boleh saja, karena sekarang memang sedang booming batu akik di masyarakat kita, namun sebagai pegawai, kita juga harus menempatkan waktu, apabila waktu kerja ya kita harus menaati aturan, karena setelah pulang kerja kan masih bisa ke lapak-lapak penjualan batu, itupun bagi mereka yang hobi batu akik,” tambahnya.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*