Demi Indahnya Wisata Bahari, Pemko Pariaman Terus Berbenah Demi Kemajuan Wisata

Wakil Walikota Pariaman foto bersama Putri Indonesia di Pualau Angso Duo.

Wakil Walikota Pariaman foto bersama Putri Indonesia di Pualau Angso Duo.

Advertisements

PARIAMAN,PADANGTODAY.com-Walikota Pariaman H Mukhlis R menyatakan kotanya dengan luas 73,36 kilometer kaya dengan objek wisata bahari. Kota Pariaman memiliki panjang pantai 12,5 kilomer. Pantai tersebut sampai sekarang sangat menarik para pengunjung untuk menikmati indahnya alam laut Kota Pariaman.

“Disamping memiliki pantai, Kota Pariaman juga memiliki pulau-pulau yang sangat memikat hati dan mata pengunjung dari belahan bumi ini. Hanya objek wisata bahari ini potensi Kota Pariaman yang menarik untuk dijual selain potensi lainnya. Makanya, hingga kini kita terus melakukan penataan sektor pariwisata bahari dari segala sisi,” kata H Mukhlis R dan Kabag Humas Pemko Pariaman Hendri kepada Padang-today, kemarin

Katanya, Kota Pariaman juga memiliki panorama bawah laut yang cukup memukau dan kaya akan keindahan terumbu karang di dalamnya. Kota Pariaman juga memiliki 6 pulau yang bernuansa eksotis serta kekayaan tradisi budaya yang telah lama diwariskan sejak ratusan tahun yang lalu, salah satunya pesta budaya tabuik Piaman yang berlangsung secara kolosal setiap bulan Muharram tahun hijriyah.

“Sejak enam tahun yang lalu pemko juga telah berhasil mengembangkan kawasan penangkaran penyu yang berlokasi di Pantai Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara. Melalui kebijakan pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dapat diminimalisir degradasi sumber daya kelautan dan perikanan dan pusat penangkaran penyu, sekaligus menjadi objek wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pariaman,” ujarnya.

Dikatakan, visi pembangunan jangka menengah daerah yang telah di sepakati diwujudkan bersama di Kota Pariaman, adalah upaya mewujudkan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama.

“Alhamdulillah, berkat keterpaduan kita bersama di Kota Pariaman, upaya mewujudkan Kota Pariaman sebagai daerah wisata berbasis ekonomi kreatif, sekaligus untuk meramaikan Kota Pariaman, telah menampakkan hasil, meski belum maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, berbagai pembangunan infrastruktur penunjang kepariwisataan dibangun dan dilengkapi, sehingga menjadi destinasi bagi setiap orang untuk mau berkunjung ke Pariaman, sebuah kota yang kaya akan aneka kuliner yang menggugah rasa serta aneka sulaman yang khas, sebagai warisan budaya dan ekonomi kreatif sejak dahulu kala.

“Dengan ramainya kota ini dikunjungi, maka transaksi ekonomi akan berputar. Ekonomi masyarakat bergairah dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Maka, pariwisata yang merupakan salah satu potensi unggulan yang telah dikaruniai Tuhan untuk Kota Pariaman akan terus kita lanjutkan dan kembangkan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Berbagai kegiatan promosi secara konsisten tetap dilakukan pemko pada event-event nasional dan internasional. Informasi Kota Pariaman, termasuk bidang pariwisata telah dapat diakses melalui media online dan media cetak lainnya.

“Ke depan kita butuh dukungan semua pihak di Kota Pariaman dalam memajukan dunia wisata. Tanpa dukungan semua tentu akan lambat perkembangannya. Salah satu dukungan semua masyarakat di Kota Pariaman. Masyarakat sadar wisata sangat menentukan, karena kota kita sebagai kota wisata. Sehingga faktor masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung sangat menentukan,” ujarnya.

Terpisah, Nanik, salah seorang pengunjung objek wisata Kota Pariaman meminta pihak terkait di Kota Pariaman untuk tidak bosan-bosan memberikan bimbingan atau sosialisasi kepada masyarakatnya. Mulai dari pedagang atau para pelaku wisata yang menunggu pengunjung di objek wisata Pantai Kota Pariaman.

Seperti di Pantai Gandoriah katanya, para pelaku wisata sangat banyak mulai dari tukang parkir dan pelaku penyewa sepeda dan para pedagang. Bahkan masyarakat yang bergerak menarik pengunjung untuk naik ke kapal-kapal yang akan membawa pengunjung melihat objek wisata pulau. Mereka itu perlu diberikan pengetahui tentang wisata.

“Kita bisa melihat contoh masyarakat Pulau Bali dan Yogyakarta. Kenapa masyarakat disana bisa ramah dan sopan kepada semua pengunjung yang datang ke kotanya. Mereka siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang datang. Bahkan tukang becakpun mau tidak dibayar asalkan pengunjung mau menaiki becaknya,” tambahnya.

Kondisi dan situasi dan pengalaman lapangan tersebut lanjutnya, pihak terkait di Kota Pariaman harus bisa memberikan pemahami kepada masyarakat di Kota Pariaman, khusus pedagang.

“Kita sangat yakin dan percaya, kalau pengunjung tidak ramai yang akan rugi adalah masyarakat, khusus pedagang. Kita harus yakinkan semua pengunjung semua masyarakat kota ini siap menerima semua pengunjung. Kita sebagai masyarakat harus siap memberikan pelayanan terbaik kepada semua pengunjung yang datang. Salah satu jangan main menaikan harga makanan di pantai, karena itu akan merusak citra pantai kita ini,” tandasnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*