Demi Mendapatkan Rumah Impiannya Seorang Isri Rela Menjadi TKW Malaysia

ilustrasi tki

ilustrasi tki

PADANGTODAY.COM – Tak seorang pun di dunia ini berkeinginan menderita dalam hidupnya. Begitu juga dialami seorang pria yang tinggal di sebuah desa di Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumsel. Dia harus ikhlas ditinggal istrinya merantau ke Johor, Malaysia, sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Karena merasa privasi, narasumber tersebut enggan menyebutkan nama aslinya. Dia pun meminta namanya diinisialkan agar tak diketahui keluarga dan warga di kampungnya.

Pria itu berinisial HR (38), bapak dua putra. Anak sulungnya kini duduk di bangku kelas VII SMP, sedangkan yang bungsu sekolah di SD kelas III.

Sejak empat tahun terakhir, HR harus menghidupi kedua putranya itu karena sang istri berinisial SM (35), merantau menjadi ibu rumah tangga di Malaysia.

Dengan nada sedih dia menuturkan latar belakang kenapa istrinya tersebut nekat merantau ke luar negeri. Dikatakan, awalnya, keuangan keluarganya terbilang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. HR berdagang berkeliling dari desa-desa. Sementara istrinya mengurus rumah tangga.

Namun, bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan, istrinya mulai bosan. Dia ingin memiliki rumah sendiri seperti keluarganya yang lain. Dalam kebingungan, mereka didatangi tetangganya menawarkan pekerjaan sebagai TKW. Dengan berat hati, HR mengikhlaskan istrinya berangkat pada awal 2011 lalu.

“Dia (SM) ingin rumah sendiri, jangankan duit, tanah pun tidak ada. Makanya dia mau jadi TKW biar bisa beli sebidang tanah dan bangun rumah,” ungkap HR beberapa waktu yang lalu.

Ternyata, harapan membangun rumah itu mulai terbuka lebar. Sebab, istrinya sudah bisa mengirim uang gajinya. Di tangan HR, uang itu diolahnya dengan baik, sebagian untuk kebutuhan kedua anaknya dan sisanya ditabung. Alhasil, dalam waktu 1,6 tahun gaji SM bisa dibelikan sebidang tanah berukuran 15 x 20 meter. Dua tahun kemudian, rumah impiannya terwujud dibangun mesti seadanya.

“Alhamdulillah, sekarang sudah beli tanah dan bangun rumah. Itu hasil gaji istri saya,” kata dia.

HR mengaku sempat tak enak hati ada tetangga yang mencemoohnya karena dinilai tidak bertanggungjawab sebagai kepala keluarga. Namun, cemoohan itu tak digubrisnya dan lebih memilih menjaga kepercayaan istrinya.

“Memang bukan hasil keringat saya, tapi saya juga cari duit dari berdagang, bukan pengangguran. Duit makan hasil kerjaan saya,” pungkasnya.

(hhw/uil)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas