Demokrat Terbelah Di DPRD Padang

DEMOKRATPadang, PADANGTODAY.com – Perseteruan kembali terjadi di tubuh Partai Demokrat Kota Padang.  Ketua dan Sekretaris Partai Demokrat Kota Padang, masing masing telah mengeluarkan surat penunjukan ketua kelompok partainya di DPRD Kota Padang, dengan menunjuk ketua Kelompok partai yang berbeda.

Advertisements

Akibatnya, antara ketua Partai dan Sekretaris memiki pendapat yang berbeda. Dan keduanya sama-sama mengklaim bahwa surat yang mereka keluarkan tersebut  memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak bisa diganggu gugat.

Dalam SK yang dikeluarkan oleh ketua DPRD Kota Padang, No 03 Tahun 2014 tentang penunjukan Ketua Kelompok Partai, untuk Partai Demokrat yang tertulis adalah Ilham Maulana, namun ketua Partai Demokrat Kota Padang Januardi Sumka mengatakan bahwa bukan Ilham Maulana yang ditunjuk partainya melainkan kadernya bernama Yulisman.

Sekretaris Partai Demokrat, Masrizal Mamak mengatakan penunjukan Ilham Maulana sebagai ketua Kelompok Partai Demokrat di DPRD Kota Padang memiliki alasan yang kuat.

“Surat penunjukan itu keluar pada, Senin (11/08). Ketua DPRD Kota Padang minta agar masing-masing Partai mengirimkan nama kadernya yang akan ditunjuk sebagai ketua kelompok partai di DPRD Padang, Karena ketua tidak berada di kantor Partai, kita coba hubungi via telpon, tak diangkat. Karena itu saya langsung ambil keputusan dan buat surat penunjukan ketua kelompok atas nama Ilham Maulana,” jelas Masrizal Mamak.

Berdasarkan surat itulah Ketua DPRD Kota Padang mengeluarkan SK Ilham Maulana sebagai ketua kelompok partai Demokrat.

Namun pada, Jumat (15/08), Ketua Demokrat Kota Padang, Januardi Sumka juga mengirimkan surat ke Ketua DPRD Kota Padang yang ditandatangani dan oleh Gustin Pramona, sebagai Sekretaris dan Ketua Partai. Dalam surat tersebut yang ditunjuk partainya sebagai ketua Kelompok di DPRD adalah Yulisman.

Gustin Pramona mengaku bahwa dia tidak pernah mengambil alih jabatan Sekretaris Partai. Itu adalah amanah dari ketua partai sebagai pelaksana tugas dari Sekretaris partai.

“Saya tidak ada  mengambil alih jabatan orang, apa yang saya lakukan itu adalah atas petunjuk dari Ketua Partai. Dan saya merasa dalam hal ini ketua partai lebih berhak dibandingkan sekretaris,” jelas Gustin. (can/ari)