Desa Kajai Fasilitasi Tempat Latihan Membuat Keripik Pisang

Padang-today.com___Dalam rangka menumbuh kembangkan kreativitas kelompok usaha produktif di Kota Pariaman, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bina Saiyo Kota Pariaman yang diketuai Irja adakan Pelatihan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2018 untuk yang dipusatkan di Kantor Desa Kajai Kec. Pariaman Timur, Rabu (7/11).

Keterampilan yang dilatih tersebut adalah Keterampilan mengolah bahan dari buah Pisang yang akan diolah menjadi penganan yang bernilai dan bermutu serta siap menjadi ole-ole khas Pariaman.

Kegiatan dibuka Walikota Pariaman yang diwakilkan kepada Kepala Disdikpora Kanderi didampingi Sekcam Pariaman Selatan dan Kepala KUA Pariaman Timur bersama Kepala Desa dan perangkat desa setempat.

Kepala Disdikpora Kanderi, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap usaha-usaha pelatihan peningkatan yang dilaksanakan oleh PKBM Bina Saiyo Kota Pariaman dalam tujuan mensejahterakan masyarakat dan membuat sesuatu hal dari yang tidak ada nilainya menjadi nilai tambah ekonomi dalam keluarga.

Bukan itu saja, Kanderi pun menilai kegiatan ini mampu membuka lapangan usaha dan lapangan kerja dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Pariaman ini, sehingga hal tersebut sangat membantu Pemko Pariaman dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Kanderi berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik untuk mendorong dan menciptakan wirausahawan baru melalui kursus dan pelatihan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja atau merintis usaha baru juga sebagai bekal keterampilan.

Sementara itu, Ketua PKBM Bina Saiyo Kota Pariaman Irja mengungkapkan, disamping pelatihan program kecakapan wirausaha ini, kita juga telah melaksanakan pendidikan ke aksaraan, kesetaraan dimana jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun sejak berdirinya PKBM Bina Saiyo ini tahun 2005 silam yang telah memenuhi standar dari Ditjen Dikmas Kemendikbud RI.

” Maka itu, kami juga berupaya mengembangkan kegiatan dalam bentuk lain dalam upaya membantu¬† masyarakat untuk bisa berkreasi dan berinovasi dalam membuat keterampilan berupa makanan untuk sebagai upaya menambah pendapatan ekonomi keluarga,” ujar Irja.

Maka, sambungnya, untuk kegiatan ini digelar baru dengan 20 peserta yang masing-masing peserta akan mendapatkan bantuan peralatan memasak seperti kompor gas, sendok dan wadah serta mendapatakan sertifikat setelah usai pelatihan dimana pelatihan ini akan berjalan selama 50 hari hingga Desember 2018 nanti.(Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas