DESAKAN DATANG, PEMBERKASAAN KASUS DUGAAN KORUPSI IAIN JILID II MOLAR

Padang-today.com – Rencana penyidik Kejaksaan Tinggi Sumbar untuk menuntutaskan pemberkasaan kasus dugaan korupsi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang jilid II masih terbentur. Kejati belum berhasil merampungkan pemberkasan tersebut.

Sementara itu desakan terus saja bergulir baik dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar maupun dari Kejaksaan Agung untuk segera menutaskan berkas perkara dugaan korupsi IAIN jilid II.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar, Prima Idwan Mariza mengatakan, pihaknya terus didesak oleh oleh pimpinan kejaksaan untuk segera merampungkan pemberkasan dan segera untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk sidangkan.

Terkait desakan itu, kami telah berkoordinasi dengan jaksa penyidik yang menangani perkara tersebut dan menargetkan akan rampung akhir Maret 2018,” katanya.

Lambannya untuk penyelesaian pemberkasan karena terlalu tebalnya berkas yang diperiksa, sekitar 15 cm. Namun, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merampungkan dan siap untuk dilimpahkan.

“Selain itu, lambannya juga disebabkan karena masing-masing tersangka dalam praktek dugaan korupsi itu memiliki peran yang berbeda. Jadi, harus diperiksa satu persatu. Pihak bekerja keras menutuntaskan sehingga bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,”jelas Prima.

Ia menambahkan, untuk penyelesaian perkara tersebut, jaksa yang yang ditunjuk untuk menyidangkan di Pengadilan nanti pun telah ditunjuk dan masih jaksa yang menyidangkan pada kasus jilid 1 yakni Febru Cs.

“Selanjutnya, setelah tahap II selesai dilaksanakan, akan dilakukan penyusunan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segara dilimpahkan ke Pengadilan pada proses persidangan,”imbuhnya.
Penyidikan Jilid II merupakan kelanjutan dari kasus korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan kampus III IAIN Imam Bonjol Padang di Sungaibangek Kecamatan Kototangah, Padang.

Kasus dugaan korupsi IAIN jilid II ini, pada Januari 2017 pihak Kejati Sumbar telah menetatapkan lima orang tersangka, belum ada penambahan tersangka baru. Sementara itu empat orang tersangka sudah mengembalikan kerugian negara dalam bentuk tanah, mereka yakni AN, mengembalikan tanah sekitar 10.695 m2, S mengembalikan 2.000 m2, Y mengembalikan 7.530 m2 serta YS menembalikan kelebihan tanah seluas 900 m2.

Kasus korupsi pengadaan tanah jilid I menjerat dua nama yang sudah divonis, yakni mantan rektor kampus tersebut yakni Salmadanis serta notaris Eli Satria Pilo. Mereka dijatuhi vonis oleh majelis hakim Tipikor Padang diketuai Yose Ana Rosalinda dengan hukuman masing-masing empat tahun kurungan dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan pada Kamis 8 Desember 2016

Dalam amar putusan, berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kasus itu merugikan keuangan negara sebesar Rp1,9 miliar. Kemudian kerugian yang timbul karena hilang hak penguasaan negara terhadap tanah seluas 65.231 meter persegi. Sumber dana proyek berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp38 miliar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*