Di Hearing Pansus III DPRD Payakumbuh, Tempat Parkir Menjadi Beban Bagi Seluruh Sekolah

Para kepsek SLTP dan SLTA se Kota payakumbuh   hearing dengan Pansus III DPRD Payakumbuh

Para kepsek SLTP dan SLTA se Kota payakumbuh hearing dengan Pansus III DPRD Payakumbuh

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Saking banyaknya jumlah kendaraan roda dua di Kota Payakumbuh, membuat sejumlah sekolah, utamanya tingkat SLTA jadi kelabakan. Pasalnya, nyrais seluruh murid membawa ranmor (kendaraan bermotor) kesekolah, sementara tempat parkir tidak memadai.

Hal tersebut disampaikan Resnulius (kepsek SMAN 1), Irma Takarina (kepsek SMAN 2), Makziwel (kepsek SMAN 4) dan para kepsek lainnya kepada anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh ketika acara hearing tentang Ranperda LLAJ, di aula kantor DPRD setempat, Rabu (18/3).

Menurut Resnulius, jumlah murid yang membawa ranmor kesekolah lebih kurang 1000 ranmor. Kita tidak bisa melarangnya dan tidak sanggup pula mengatasinya, alasan mereka sangat tepat, karena mobil angkutan umum sangat jarang menambang dipagi hari.

Kami hanya bisa menyarankan, ketika mengendarai ranmor tolong dilengkapi, seperti helem, SIM, STNK dan jangan sekali-kali bergoncengan dengan tarikan 3 atau 4 orang. Jika kedapatan oleh guru melanggar hal tersebut, kami bisa memberi tindakan tegas. Ini sudah kami beritahukan kepada masing-masing wali murid.

”Kemudian, bagi murid yang tinggal hanya berjarak 1 Km dari sekolah, memang kami anjurkan untuk tidak membawa ranmor, mengingat tempat parkir tidak memadai. Untuk menampung tempat parkir tersebut, tentunya dihalaman rumah masyarakat, “ujar Resnulius.

Nada yang sama juga dilontarkan Makziwel, namun dia punya kiat tersendiri untuk mengatasinya. Makziwel berhasil mendatangi sejumlah warga yang berdekatan dengan sekolahnya untuk dapat menampung muridnya yang membawa ranmor, agar parkir di halamannya.

Kiat Makziwel itu, sebetulnya ada sejumlah warga yang akan membangun ruko dengan dana ratusan juta rupiah, tapi Makziwel menganjurkan dari pada membangun ruko alangkah baiknya halaman tersebut dijadikan saja untuk lahan parkir.

”Setelah dianalisa secara bersama-sama antara Makziwel dengan pemilik halaman, tenyata, jika dijadikan tempat parkir dapat menghasilkan uang sebanyak Rp800 ribu sehari. Akhirnya halaman tersebut dijadikan untuk lahan parkir. Setiap kendaraan yang parkir diwajibkan membayar Rp1.000,” ujar mantan Wakil Kepala SMAN 1 Padang ini.

Mendengar paparan para kepsek terhadap parkir yang menjadi beban di setiap sekolah, ada menyenangkan dan ada sedang mencari solusi. Namun menurut anggota Pansus III, persoalan ini sangat menarik dan tentunya menjadi PR pula bagi Pansus III, sebab persoalan di sekolah tentunya persoalan kita semua, imbuh Ahmad Zifal, anggota Pansus III.

Tidak jauh berbeda dengan Nasrul, menurutnya yang penting setiap sekolah harus menampilkan wajah sekolah yang indah dipandang mata. Jika setiap sekolah mengutamakan K3, percayalah apa yang kita cita-citakan akan sukses.

”Karena seluruh sekolah mempunyai beban terhadap parkir, kami berharap bagaimana setiap sekolah itu dapat menatanya dengan rapi. Kapan perlu dikasih garis pembatas oleh pemilik lahan (petugas parkir.Red), jangan lihat dulu uangnya, tapi bekerjalah dengan sungguh-sungguh, “harap anggota dewan dua periode itu.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas