Di Mapolresta Payakumbuh, 20 Unit Kendaraan Roda Jadi Bangkai

Wakil Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Basri Latief

Wakil Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Basri Latief

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sebanyak 20 unit kendaraan bermotor (ranmor) jenis roda dua, hasil tangkapan Satlantas Polres Kota Payakumbuh, telah menjadi bangkai. Ranmor yang sudah 3 tahun dikandangkan itu, tidak ada kabar berita dari pemiliknya, sehingga telah menumpuk di Mapolresta Payakumbuh.

Kapolres Kota Payakumbuh AKBP Yuliani didampingi Kasat Lantas Iptu. Hary MP dan Kaur Bin OP Lantas Iptu. Amirwan kepada sejumlah wartawan di Mapolres setempat, Jum’at (20/3), mengatakan, terhadap Ranmor yang sudah menjadi bangkai di Mapolres memang agak menyulitkan petugas mengandangkannya, karena kita tidak punya tempat yang memadai. Sementara kita tidak boleh melakukan pelelangan umum.

Maka dari itu, kami menghimbau kepada pemilik kendaraan tersebut untuk senantiasi menjemput kendaraan tersebut ke Mapolres dengan persyaratan bukti kepemilikan diantarannya BPKB, STNK dan KTP, kemudian membuat surat pernyataan. Dalam proses pengeluaraan kendaraan tersebut tidak dipunggut biaya.

“Selama ini kami sudah melakukan berbagai upaya, dengan cara mendatangi ke rumah pemiliknya, si pemilik berjanji akan menjemputnya, ternyata hingga kini tak satupun yang menjemputnya. Jika kendaraan tersebut selama 5 tahun tidak dijemput pemiliknya, maka Polres Kota Payakumbuh akan melakukan pemusnahan,” ujar Kapolres.

Ditambahkan Amirwan, sebanyak 20 unti kendaraan yang sudah menjadi bangkai itu berupa hasil tangkapan pelanggaran dengan modus, kendaraannya ditinggalkan di tempat kejadian peristiwa (TKP) dengan alasan menjemput surat-suratnya pulang. Setelah ditunggu-tunggu tak satupun yang kembali.

Kendaraan yang berjumlah 20 unit itu, memang tidak sekali dalam razia, tetapi sudah beberapa kali operasi. Tertangkapnya pengendara sewaktu mereka sedang kena razia tidak membawa surat-surat. Setelah ditanya petugas alasannya surat-surat tinggal dirumah.

”Upaya pihak Satlantas agar kendaraan itu dijemput pemiliknya, telah dicoba mengecek kepemilikkannya ke Samsat, ternyata tidak satupun dari Nopol tersebut yang cocok, artinya kendaraan tersebut diduga bodong atau banyak dugan-dugaan lainnya, “ujar Amirwan.

Terpisah, salah seorang anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh, Basri Latief yang sudah berpengalaman di Samsat, mengatakan, sebaiknya warga yang merasa memiliki kendaraan itu dapat menjemputnya ke Mapolres, jangan dibiarkan berlarut-larut.

”Kemudian kepada jajaran Polresta Payakumbuh cq Satlantas, kami harapkan jangan terlalu cepat melakukan pemusnahan, sebaiknya koordinasi dulu dengan pihak kejaksaan dan pengadilan negeri, kalau dapat dilakukan pelelangan umum, sehingga uang masuk bertambah juga ke kas negara,” ujar Basri Latief.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*