Di Payakumbuh Masyarakat Resah, Aksi Pencurian Marak

Pencurian - Ilustrasi

Pencurian – Ilustrasi

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Dua kali kemalingan, Syamsul Bahri alias Kayo (39) akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Kota Payakumbuh. Kemalingan pertama, Rabu 29 Desember 2014 lalu, atau dua hari menjelang tahun baru 2015. Kedua pada Rabu (28/1) minggu kemarin sekitar Pukul 4.30 WIB menjelang Subuh.

Akibat aksi maling yang mencongkel jendela kamar rumahnya di RT 01 RW 02 Kelurahan Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh itu, Kayo, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kayo bersama istrinya Ita (35), di rumahnya Minggu (1/2) , mengatakan saat pertama kali rumahnya dimasuki maling, dengan cara mencongkel jendela rungan tamu, dan berhasil mengutak atik seisi rumah. Maling juga membawa kabur 1 laptop, 1 mesin gerinda batu cincin, dan 1 celengan koin dalam toples yang berisi lebih kurang Rp3 juta.

Beruntung, ketika itu laptop dan mesin gerinda kembali ditemukan oleh tetangga sebelah rumahnya berjarak 75 meter di bawah batang manggis dalam kebun.

“Saat itu hanya yang diambil uang koin saja, laptop dan mesin gerinda ditemukan dalam parak (kebun) tetangga di bawah batang manggis. Kami heran, kejadian pertama dan kedua ini hari dan jamnya sama,” jelas Syamsul Bahri alias Kayo Minggu (1/2) kepada wartawan.

Dikatakan Kayo, warga asal Tanjuang Barulak yang sudah tinggal selama 7 tahun di Kelurahan Sicincin Kota Payakumbuh itu, ketika kejadian pencurian dirumahnya yang pertama dirinya tidak melaporkan kepada pihak polisi. Namun, pada kejadian ke dua Rabu kemarin, barulah dirinya melapor kepada Polisi dengan Nomor laporan polisi LP/K/30/1/2015/Res tanggal 28 Januari 2015.

Pedagang Rendang telur, galamai, bareh randang, dan keripik sanjai itu, sudah merasa gerah dengan aksi kejadian maling yang berulang kali. Apalagi pada aksi kedua Rabu lalu itu, banyak sekali kerugian yang dialaminya serta yang tidak kala pentingnya sejumlah surat-surat beharga dan penting miliknya ikut digondol maling.

“Pada kejadian kedua, maling masuk lewat jendela kamar dengan mencongkel sekitar 4.30 WIB. Ketika itu kami sudah berangkat untuk berjualan ke Pasar Bukittinggi sekitar Pukul 4.00 WIB subuh. Saat maling itu beraksi rumah dalam keadaan kosong, karena kami hanya berdua saja,” jelasnya.

Disampaikannya, barang-barang miliknya yang berhasil digondol maling, satu celengan untuk korban hari raya Idul Adha, celengan zakat, celengan pribadi, celengan koin dalam dua buah kotak toples. Untuk Koin dalam satu tahun biasanya mencapai Rp3 juta satu toples.

satu Handpnoe Mitto warnah mera, satu leptop merk acer yang selalu di gunakannya untuk membuat data perdaganganya. Kemudian BPKB motor Vario Tekno, satu tas berisi surat penting, pertama surat pembelian mobil L300, surat pembelian Mitsubishi Colt 120 SS beserta kunci kontak, surat-surat piagam dari politeknik, surat jual beli tanah (sertifikat) terletak surat-surat itu dalam ransel.

“Kalau total kerugian mencapai Rp 30 juta. Jadi kami berharap tentu pelakunya bisa ditangkap, dan masyarakat bisa hidup tenang, aman, nyaman dan damai hendaknya baik di tempat kita ini maupun secara umum di wilayah Payakumbuh,” pintanya kepada pemerintah dan aparat terkait.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*