Di Tanahdatar, Gadis di Bawah Umur Kembali Jadi Korban Cabul

Tanah Datar,PADANGTODAY.com-DJ (31) warga Lima Kaum Tanahdatar diamankan pihak berwajib Polres Tanahdatar, Rabu (5/11). Laki-laki penganguran ini diamankan, karena melakukan perbuatan bejat terhadap gadis di bawah umur.  Dengan perbuatan cabul ini, DJ terancam hukuman penjara 15 tahun, karena melanggar Pasal 82 UU RO No 23 tahun 2002.

Diciduknya pelaku cabul ini juga dibenarkan Kapolres Tanahdatar melalui Kasat Reskrim AKP Wahyudi. “Ya, kami mengamankan seorang pelaku cabul, saat ini dia sedang kami proese,” ujar Wahyudi.

Diciduknya pelaku cabul ini, atas dasar laporan orang tua koran No LP /84/k/XI/2014/. Di mana dalam laporan itu, DJ melakukan perbuatan bejat terhadap Bunga (nama samaran) di WC sebuah masjid di Tanahdatar. “Setelah melakukan pengejaran, kami berhasil mengamankan tersangka di rumahnya,” terangnya.

Perbuatan cabul yang dilakukan DJ ini, menambah daftar peristiwa bejat yang dilakukan laki-laki dewasa terhadap anak di bawah umur di Tanahdatar. Dari data yang dihimpun dari pihak berwajib, selama 2014 ini sudah terjadi 32 kasus pencabulan. Kondisi ini tentu membuat prihatian semua pihak.

“Kita sangat prihatian dengan kondisi ini. Kita berharap pemerintah beserta perangkat dan seluruh stakeholder yang ada di Tanahdatar harus lebih meningkatkan sosialisasi dan mempraktekan visi nagari Luhak nan Tuo ini dalam kehidupan masyarakat. Ini adalah tugas kita bersama untuk memikirkannya, pembinaan iman dan taqwa juga harus kita tingkatkan di setiap lapisan umur,” kata Pimpinan DPRD Tanah Datar Drs Irman, Msi menyikapi maraknya aksi cabul di Tanahdatar.

Katanya, peristiwa ini adalah bentuk dari penurunan moral dari individu pelaku, sudah saatnya semua lapisan memahami lagi nilai-nilai adat Minangkabau yang bersumber dari adat dan agama yang sering disebut dalam falsafah dasar orang Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Falsafah ini bermakna landasan dari sistem nilai menjadikan Agama Islam sebagai sumber utama dalam pola kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Saya mengharapkan setiap peluang pemicu perbuatan susila dan pornografi dapat kita minimalisir, terutama pengawasan-pengawasan terhadap Warnet-warnet di daerah tanah datar yang masih menyediakan situs-situs yang dapat merusak moral dan Imtaq harus di segera di atur dengan PERDA,” ucap Irman tegas (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*