Di Tengah Harapkan Revisi PP Nomor 99, Lomba Trompah Panjang Napi Berlangsung Semarak

Di Tengah Harapkan Revisi PP Nomor 99, Lomba Trompah Panjang Napi Berlangsung Semarak

Di Tengah Harapkan Revisi PP Nomor 99, Lomba Trompah Panjang Napi Berlangsung Semarak

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Ada sejumlah 233 orang Narapidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Payakumbuh yang mengikuti rangkaian kegiatan lomba trompah atau sendal kayu panjang yang biasa disebut tangkelek orang Payakumbuh, Senin(15/8) pagi.

Lomba tangkelek yang merupakan permainan trdisional itu bersempena dengan peringatan HUT RI yang dilakukan LP, Bapas dan Rutan di seluruh Indonesia sekaligus memecahkan rekor untuk Museum Rekor Indonesia (MURI).

Memakai pakaian tradisional Minangkabau, berupa deta dan celana khas yang biasa digunakan untuk permainan tradisional Randai, para napi terlihat antusias mengikuti perlombaan. tiga pasang sendal tangkelek panjang yang terbuat dari bahan kayu di mainkan masing-masingnya oleh tiga orang dalam satu tim.

Jatuh bangun karena tidak kompak dalam menentukan langkah menjadi kegiatan yang menarik disaksikan di LP Kelas II B Payakumbuh. Suasana ceria itupun terlihat pada wajah para napi yang sepertinya lepas dari kegundahan menjalani hukuman.

“Sesuai dengan arahan Kementerian Hukum dan HAM RI, melalui surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan nomor PAS-HM.01.02-40, kita diminta untuk melaksanakan kegiatan lomba trompah panjang. ini merupakan permainan tradisional yang universal di Indonbesia,” ungkap Kepala Lapas Kelas II Payakumbuh, Agus Prakosa kemarin.

Menggunakan sebuah layar monitor yang terhubung melalui teleconference menggunakan aplikasi zoom, Kegiatan lomba dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Merdeka dipimpin langsung Meneteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Hamonangan Laoly di ikuti penghuni Lapas di seluruh Indonesia, pukul 07.00 WIB, 08.00 WITA, 09.00 WIT.

Kegiatan yang mengusung tema Pemasyarakatan Pasti Smart untuk Indoneia Hebat itu, kata Kalapas ditujukan untuk, meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan tehadap budaya serta kearifan lokal daerah. Kemudian juga untuk menjaga solidaritas, kekompakan warga pemasyarakatan.

“Memupuk rasa kekompakan dan nasionalisme, serta bagaimana berupaya menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang melawan hukum usai menjalani pemasyarakatan,”ucap Kalapas di LP dengan over kapasitas terparah hingga 415 pesen itu.

Lebih jauh disampaikan Kalapas, soal remisi HUT RI telah diusulkan untuk 129 orang napi. saat ini menunggu SK-nya,”Mudah-mudahan nanti dikabulkan semua yang diusulkan,”tambah Kalapas yang juga menyebutkan rmisi nanti akan diserahkan langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.

Napi Berharap Revisi PP Nomor 99 Tahun 2012

Mengikuti kegiatan lomba Trompah Panjang yang digelar di LP Kelas II Payakumbuh, para napi terlihat sangat senang dan gembira. Namun pada kesempatan itu juga, usai mendengar pidato Menkum HAM secara langsung, para napi mengharapkan agar revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012 segera direvisi dan diberlakukan.

“Kita sangat berharap untuk bisa mendapatkan remisi, semoga dalam waktu dekat Menkum HAM merevisi PP 99 ini, agar kita kembali bisa mendapatkan revisi dengan syarat yang tidak terlalu berat seperti saat ini,”ucap salah seorang Napi kasus korupsi di LP Kelas II B Payakumbuh, Rafdimar di Lapas Payakumbuh.

Mendengar pidato Menkum HAM, Rafdimar yakin pemerintah juga akan mempertimbangkannya. Hanya saja pria ini berharap agar revisi PP 99 tersebut segera dirampungkan dalam waktu dekat. Sehingga dirinya sebagai satu-satunya napi kasus korupsi di Lapas Payakumbuh bisa kembali mendapatkan remisi.

Tidak hanya Rafdimar, Ranggi, 26, salah seorang napi kasus narkotika dengan vonis hukuman kurungannya selama 5 tahun 3 bulan menjadi salah satu napi yang berupaya mendekati saat berada di Lapas Kelas II Payakumbuh sekedar untuk menyampaikan harapannya terhadap revisi PP nomor 99 itu.

“Kami yang menjalani hukuman lebih dari 5 tahun tentunya sangat berharap untuk kembali mendapatkan remisi setiap tahunnya, seperti napi umum lainnya. Meski kami sudah berkelakuan baik dan menjalani hukuman dengan rasa bersalah, namun tetap juga tidak mendapatkan remisi.

Menurut Kalapas Agus Prakosa, memang itulah salah satu yang menjadi harapan bagi para napi. Sebab harus ada syarakat khusus agar bisa mendapatkan remisi bagi kejahatan korupsi, narkoba dan kejahatan transnasional lainnya.

“Syarat itulah yang sangat berat bagi napi untuk bisa dilaksanakan. PP Nomor 99 Tahun 2012 mengatur mengenai pemberian remisi terhadap narapidana. Narapidana untuk kasus-kasus pidana khusus tidak mendapatkan remisi atau pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana.”ucap Kalapas Kelas II B Payakumbuh ini didampingi Kasibingiatja LP Kelas II B Payakumbuh, Iskandar.

Bersama ratusan napi lainnya, terlihat napi dengan masa hukuman terpanjang tahun ini, Syafrizal, 31. Napi kasus perampokan perkosaan dan penganiayaan yang dikenal dengan nama, Icap Maek, terlihat hanyut dalam kegembiraan perlombaan. Kendati sebenarnya sangat gundah dengan masa hukumannya yang cukup lama hingga 34 tahun.

“Siapa yang tidak akan tertekan dengan masa hukuman yang terlalu panjang, hanya menyerahkan diri pada yang kuasa dan menjalaninya dengan ikhlas. Kendati begitu sebenarnya saya ingin banding untuk hukuman yang terlalu berat ini, namun tak tahu caranya,”ucap Icap Maek yang disebut-sebut sebagai bagian dari penjahat “The Bandits” ini.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*