Dialog Pendidikan WR3 UNP dan Peserta PPLP Angkatan 4 “Jadikan Guru Profesi Yang Terhormat”

Dialog Pendidikan WR3 UNP dan Peserta PPLP Angkatan 4 "Jadikan Guru Profesi Yang Terhormat"

Dialog Pendidikan WR3 UNP dan Peserta PPLP Angkatan 4 “Jadikan Guru Profesi Yang Terhormat”

Advertisements

Padang, PADANG-TODAY.com-Kesan ramah dan santun serta saling menghargai dari wajah Wakil Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Syahrial Bakhtiar. Kesan itu tertangkap saat ia ditugaskan mewakili Rektor UNP, Prof Ganefri bersilaturahmi dengan para guru-guru peserta PLPG Angkatan ke-4 UNP, Rabu (9/11) di New Razaki Hotel guna memberikan pidato sambutan pembukaan.

Syahrial Bakhtiar mengungkapkan setiap pertemuannya dengan pejabat dengan kementerian ia selalu menyampaikan mari menjadikan guru sebagai profesi terhormat. Karena guru yang profesional dengan jatidirinya selalu mendedikasikan diri mereka dalam bidang pendidikan, dengan tetap mengikuti perkembangan zaman dan modernisasi. Dia juga menyarankan guru-guru yang mengikuti PLPG menempatkan diri sebagai guru yang pembelajar.

“Sebagai guru, kita perlu menunjukkan contoh tauladan yang baik kerana guru yang baik turut dijadikan idola oleh pelajar dan masalah ketauladan ini ini tidak boleh dipandang remeh kerana dampaknya sangat besar,” ujar Syahrial Bakhtiar.

Saat membuka PLPG Angkatan 4 itulah ia menyempatkan berdialog dengan para guru. Menurutnya, guru yang baik adalah harapan bangsa. “Tugas seorang guru adalah membentuk jiwa, mengukir kehidupan dan membangun manusia. Untuk menjadi seorang guru yang baik, dia harus memiliki idealisme, pengetahuan yang baik serta hati lembut,” papar Syahrial Bakhtiar.

Syahrial menyatakan, meski UNP sudah tidak lagi institut keguruan (IKIP-red) namun kependidikan akan menjadi prioritas bagi Rektor UNP, Prof Ganefri yang sekarang, dan reformasi di bidang tersebut akan segera terwujud. UNP adalah universitas dipercaya menangani masalah peningkatan kualitas guru.

Syahrial mengakui keadaan guru di tanah air masih ada yang memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.(Agusmardi/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*