Diduga Ahok Telah Ditipu Anak Buahnya Sendiri

Diduga Ahok Telah Ditipu Anak Buahnya Sendiri.

Diduga Ahok Telah Ditipu Anak Buahnya Sendiri.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menganggap Pemerintah Provinsi juga telah mengusulkan anggaran siluman. Hal itu terkait pengajuan pemberian modal untuk lima badan usaha milik daerah (BUMD) yang bukan hasil pembahasan dengan DPRD.

“Apa Ahok (Gubernur Basuki Tjahaja Purnama) tahu atau tidaknya ini kan kita tidak tahu. Tapi yang pasti, ada BUMD yang tidak kita bahas (untuk dapat PMP) tetapi muncul di RAPBD versi Pemprov. Kan ini yang harusnya dibilang siluman,” kata dia usai rapat evaluasi internal Badan Anggaran DPRD DKI, Senin (16/3/2015).

Sebagai informasi, DPRD DKI menemukan ada delapan BUMD yang mendapatkan suntikan PMP pada dokumen RAPBD versi Pemprov DKI. Padahal, sesuai pembahasan bersama antara Pemprov dan DPRD pada Januari lalu, hanya ada tiga BUMD yang mendapatkan PMP pada tahun 2015.

Pras juga mengingatkan agar Ahok tidak selalu menaruh curiga pada DPRD. Karena, kata dia, bisa jadi oknum-oknum yang berniat “bermain anggaran” bukan berasal dari DPRD melainkan dari internal Pemprov sendiri.

“Ini yang mau saya ingatkan kepada sahabat saya, Saudara Ahok. Dia ditipu oleh anak buahnya saya enggak ngerti. Atau bisa juga sebaliknya saya enggak ngerti, tetapi yang pasti ini mau saya ingatkan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Pras mengatakan, kelima BUMD yang mendapatkan PMP padahal seharusnya tidak, masing-masing adalah PD Dharma Jaya; PT Ratax Armada; PT Cemani Kota; PT Grahasahari Surya Jaya; PT RS Haji Jakarta.

Berdasarkan dokumen yang disodorkan oleh Pras, PD Dharma Jaya mendapatkan suntikan modal Rp 51,7 miliar; PT Ratax Armada Rp 5,5 miliar; PT Cemani Kota Rp 112,9 miliar; PT Grahasahari Surya Jaya Rp 48,8 miliar; dan PT RS Haji Jakarta Rp 100,3 miliar.

Sebagai informasi, pada Januari lalu, Pemprov dan DPRD sepakat alokasi anggaran PMP kepada BUMD pada 2015 hanya sebesar Rp 5,5 triliun. Anggaran tersebut rencananya akan diberikan pada PT MRT, PT Transjakarta dan PT Bank DKI. PT MRT mendapatkan Rp 4,5 triliun, sedangkan PT Transjakarta dan Bank DKI masing-masing Rp 500 miliar.

(ar/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*