Diduga Gunakan Pemain Tidak Syah, PSP Protes PS GAS

Sekum PSP Editiawarman didampingi Pelatih kiper memberikan bukti protes ke panitia.

Sekum PSP Editiawarman didampingi Pelatih kiper memberikan bukti protes ke panitia.

Advertisements

PADANGTODAY.COM -PSP Padang gagal menjadi yang terbaik Liga Nusantara (Linus) TSC tingkat Sumbar 2016, setelah dalam laga final yang digelar di Stadion Agus Salim, Rabu (5/10), tim berjuluk Pandeka Minang ini harus mengakui keunggulan PS GAS Sawahlunto 4-6 (2-2) lewat adu penalti.

Dengan hasil ini, Pandeka Minang gagal berlaga di tingkat nasional, karena yang lolos ke tingkat nasional hanya satu tim. Maka yang berhak mewakili Sumbar dalam Linus ini, PS GAS.

Namun, wakil Sumbar di tingkat nasional belum ada keputusan, soalnya tim PSP melakukan protes, karena dalam laga final ini PS GAS diduga menggunakan pemain tidak syah.

“Kami melakukan protes, karena salah seorang pemain PS GAS juga main di Linus Riau dengan tim PS Bengkalis. Sesuai hasil teknikal meeting, di mana telah disepakati pemain yang telah bermain di Linus pada Provinsi lain tidak dibenarkan turun bermain. Keputusan ini diperkuat peraturan umum PSSI, di mana pemain tidak dibenarkan bermain di kompetisi yang sama dalam tahun yang sama,” ujar Sekum PSP Editiawarman didampingi Wakil Sekum Robbi Malvinas dan pelatih kiper Ruben Cristov usai melayangkan protes ke panitia Linus Sumbar.

Katanya, protes ini ditujukan bukan mencari kambing hitam atas kegagalan PSP menjadi yang terbaik di Linus ini, tapi untuk menegakkan aturan. Soalnya, PSP saat mendaftar pemain sudah diberi tahu itu. Malahan pemain PSP yang bermain di Semen Padang U-21 tidak jadi kami daftarkan.

Sesuai bukti yang didapat, jelasnya, pemain yang diproses ini sudah berlaga di Linus 2016 dengan memperkuat tim PS Bengkalis. Dalam tim ini, dia selalu menjadi pilihan utama, itu dibuktikan dengan Daftar Susunan Pemain dan Laporan pengawasan pertandingan.

“Kami hanya murni menegakkan aturan. Kalau protes kami tak diterima kami juga siap,” terangnya.

Ketua Panitia Linus 2016 Sumbar Yulius Dede membenarkan, PSP melakukan protes. “Ya, PSP melakukan protes. Mereka juga memenuhi semua syarat yang ditetapkan termasuk membayar uang protes sebesar Rp2 juta,” terangnya. (can)

One comment

  1. PSP gak respect. Gak malu ya kalah dari anak2??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*