Diduga Jantungan, Guide Turis Meninggal di Marapi

Tim Evakuasi Padang panjang di ketinggian Km 4 gunung Merapi.

Tim Evakuasi Padang panjang di ketinggian Km 4 gunung Merapi.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Mulzafri (58), salah seorang quide turis yang sedang memandu dua orang warga Rusia ketika mendaki Gunung Merapi, mendadak meninggal dunia di ketianggian sekitar 2.800 MDPL, atau 100 meter menjelang puncak Merapi, Minggu (26/4) pagi kemarin sekitar pukul 07.40 WIB.

Kematian salah satu quide senior di Kota Bukittinggi dan juga merupakan guru les bahas inggris tersebut, warga Bukik Apik Kota Bukittinggi. Langsung mendapatkan perhatian dari sejumlah kalangan, apalagi pria yang sudah berulang kali menaiki Merapi itu, mendadak meninggal dunia setelah naik ke Gunung Merapi pada Sabtu (25/4) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

“Begitu mendapat kabar adanya salah seorang pendaki yang meninggal dunia, kita langsung memerintahkan personil untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala BPBD Kota Padangpanjang Erizal melalui Kepala Damkar Kasimin yang didampingi Kasi Kedaruratan Syafrudin, Minggu siang kemarin.

BPBD Padangpanjang senidri, lanjut Kasimin, menurunkan satu unit mobil ranger dan satu kendaraan roda dua untuk proses evakuasi jenazah dari lokasi yang dibisa dilewati kendaraan ke tempat penanti jenazah di lokasi pos penjagaan.

“Jumlah personil yang kita turunkan ada 7 orang personil, disana mereka akan bergabung dengan personil dari BPBD daerah lain,” jelas Kasimin.

Dari pantauan di lokasi pos penjagaan Gunung Merapi, proses evakuasi jenazah turis guide yang meninggal saat memandu dua orang asing asal Rusia dalam pendakian akhir pekan di Gunung Marapai berlangsung aman dan lancar oleh tim gabungan dari beberapa daerah dan berhasil sampai di lokasi pos penjagaan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua SAR dan Wadanki Penanggulangan Bencana pada BPBD Padangpanjang, Joni Aldo menyebutkan, pihaknya bergabung dengan tim evakuasi dari puncak pada titik ketinggian kilometer (KM) 4. Sementara proses dari lokasi kejadian di ketinggai 100 meter dari puncak gunung, dilakukan tim gabungan Bukittinggi menggunakan tandu manual.

“Menurut keterangan yang kami himpung, yang bersangkutan telah meninggal sekira pukul 06.40 WIB pada titik ketinggian 100 meter dari puncak gunung. Ceritanya, yang bersangkutan meninggal saat istirahat bersama sejumlah pendaki lainnya. Dan ketika dipanggil dan dibangunkan, ternyata sudah tidak menyahut,” tutur Joni di Mako Pol PP Padangpanjang saat kembali dari proses evakuasi bersama 13 anggota gabungan lainnya.

Joni Aldo juga mengatakan, rencana jenzah di bawa ke rumah sakit Padangpanjang akhirnya dibatalkan karena tim gabungan dari Bukittinggi berkeinginan sebaliknya. Namun korban saat sampai di bawah, langsung dibawa ke Puskesmas X Koto guna pemeriksaan awal.

“Pada prinsipnya kami hanya ingin proses evakuasi berjalan cepat dan lancar. Karena itu saat tim Bukittinggi tidak bersedia jenazah di bawa ke Padangpanjang, kami hanya bersifat mendampingi proses evakuasi sampai di Kotobaru bersama tim dari kepolisian Polres Padangpanjang dan Polsek X Koto,” pungkas Joni.

Sementara itu, dua orang turis asal Rusia yang dipandu oleh Mulzafri masing-masing Mazili (33) dan Natalie (35), turun lebih dahulu dari jenazah Mulzafri. Dimana, dalam proses menuju pos penjagaan, kedua turis tersebut didampingi oleh tim penjemput dan lansung disambut oleh quide lainnya, karena kedua bule tersebut hanya fasih berbahasa inggris.

“Kita akan meminta keterangan kepada dua orang turis tersebut, tentang apa yang mereka ketahui sebelum Mulzafri meningal dunia dan untuk sementara akan dibawa ke Polsek X Koto,” kata Kapolsek X Koto Aiptu Mairijohn, ketika ditemui Rakyat Sumbar.

Disebutkan Mairijohn, kasus meninggalnya quide yang sedang memandu turis asing di Gunung Merapi ini baru kali ini ditemui. Apalagi, dalam laporan di pos penjagaan Gunung Merapi, juga tidak disampaikan adanya turis yang akan mendaki Gunung Merapi.

“Kita juga meminta kepada pihak nagari atau pemuda yang melakukan pengawasan terhadap pendaki, untuk melaporkan adanya turis atau warga Negara asing yang melakukan pendakian, apalagi jika ada warga Negara asing yang meninggal dunia dalam proses pendakian,” ungkap Mairijohn.

Dari sejumlah rekan Mulzafri yang ditemui di lokasi penjemputan, quide senior yang telah malang melintang dalam perjalanan wisata di Sumatera Barat itu. Baru saja kembali dari daerah Mentawai dan langsung membawa turis asal Rusia untuk mendaki Gunung Merapi.

“Dari pemeriksaan sementara, korban terindikasi mengalami penyakit jantung dan juga dipengaruhi oleh faktor kelelahan,” kata Riri Novia, Dokter Puskesmas X Koto, setelah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Mulzafri.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah Mulzafri dibawa ke Bukittinggi untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dikebumikan. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*