Dinas Pertanian Padang Pariaman Kembangkan Kelapa Kopyor

Padang Pariaman Akan Mengembangkan Kelapa Kopyor

Padang-today.com__Untuk memenuhi kebutuhan pasar kelapa muda dan menunjang peningkatan penghasilan petani, Dinas Pertanian Padang Pariaman, Sumatera Barat akan menggalakkan perkebunan kelapa kopyor.

“Sumbar dikenal dengan wisatanya dan sebagian wilayahnya terdapat di pesisir pantai yang panas sehingga permintaan akan kelapa muda pun cukup tinggi,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Taufik Hidayat di Parit Malintang, kemaren.

Taufik, mewakili Kepala Dinas Pertanian, menuturkan, pihaknya kini tengah mengembangkan kelapa jenis kopyor guna memenuhi kebutuhan pasar di provinsi itu.

Ia menjelaskan dipilihnya jenis komoditi ini karena untuk kelapa muda harganya relatif lebih mahal dari pada jenis kelapa biasa yang ada di Padang Pariaman.

“Di Pati, Jawa Tengah saja petani menjual kelapa kopyor Rp25 ribu per butir, sedangkan kelapa muda di sini sekitar Rp10 ribu per butir, itu pun sudah harga jual dari pedagang,” ujarnya.

Sedangkan jenis kelapa yang ada di Padang Pariaman saat ini lebih cocok untuk penghasil santan dan minyak.

“Lagi pula apabila jenis kelapa di Padang Pariaman digunakan untuk kelapa muda akan dapat mempengaruhi produksinya,” katanya.

Selain itu, dengan melihat wilayah kabupaten dengan banyak perkebunan, sehingga perlu menyesuaikan program dengan keadaan setempat dan keinginan masyarakat akan berkebun, jelas Taufik.

Taufik mengungkapkan, pihaknya akan menggalakkan perkebunan kelapa kopyor dan akan memberikan bibit kelapa kepada petani untuk ditanam.

“Harga kelapa kopyor lebih tinggi dibandingkan dengan kelapa biasa. Tanaman kopyor akan cukup memberikan peningkatan penghasilan,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya telah membeli 500 batang bibit kelapa kopyor ke Pati, Jawa Tengah yang saat ini masih dalam tahap karantina.

Bibit kelapa tersebut rencananya akan diletakkan di demplot yang terdapat di Gasan Gadang dengan luas lahan dua hektare, Sungai Limau satu hektare, dan Sunua, Kecamatan Nan Sabaris satu hektare.

Ia menyampaikan dalam penanamannya pihaknya akan memilih kelompok tani yang betul-betul berminat.

Namun sebelum diserahkan ke petani, lanjutnya pihaknya melaksanakan pelatihan terlebih dahulu agar petani mengetahui perawatan jenis kelapa kopyor.

Setelah sekitar empat hingga lima tahun ke depan, lanjutnya kelapa tersebut akan mulai berbuah dan dapat dijual, bahkan bila dimungkinkan buahnya dapat dijadikan bibit. “Bibit tersebutlah yang nantinya kita sebarluaskan ke petani lainnya,” Tandasnya Menghakiri. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas