Disambangi Tim Singgah Sahur, Rumah Ulut dan Keluarga Siap Diperancak

Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengunjungi rumah Ulut dan keluarga, Rabu (15/6).

Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo mengunjungi rumah Ulut dan keluarga, Rabu (15/6).

Advertisements

Padang, PADANG-TODAY.com-Ulut, warga daerah Kayu Kalek, Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah dapat berkurang rasa resah dan bernafas lega. Kedepan, rumah yang selama ini ditempati bersama istri dan lima anaknya akan menjadi lebih layak untuk dihuni. Tentunya dapat menjadikan lebaran kali ini akan terasa penuh kebahagiaan bagi mereka.

Rumah Ulut pasalnya cukup memprihatinkan. Terbuat dari kayu papan dan beratap rumbia, serta hanya berukuran 6×6 meter. Di sinilah keluarga tersebut berdiam dari teriknya panas dan derasnya hujan.

Ulut bersama istrinya, Iyin dan anak-anaknya merupakan keluarga mustahik (orang yang berhak menerima zakat, red). Ulut merupakan penyandang tuna netra, sehingga hanya bisa menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Setiap hari Ulut harus ke Pasar Lubuk Buaya, berharap ada yang mengulurkan tangan membagi sedikit rejeki padanya. Sedangkan Iyin hanya bejualan makanan ringan di rumah. Membantu, agar biduk rumah tangga ini tidak terombang-ambing dari kerasnya hidup.

Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo yang mengetahui keadaan Ulut dan keluarga, mengunjungi rumah mereka pada Rabu (15/6). Walikota makan sahur bersama keluarga tersebut. Sekaligus, Walikota Mahyeldi menjalin tali silaturahmi.

Walikota bersama rombongan tim Singgah Sahur tiba di rumah Ulut sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, baru Iyin yang terbangun menyiapkan makanan untuk sahur bagi suami dan anak-anaknya. Iyin dan anak-anaknya masih tertidur pulas. Ketika Walikota masuk ke dalam rumah, Iyin lantas membangunkan suaminya yang tidur di luar kamar dekat dapur. Mendengar Walikota datang, Ulut kemudian menjulurkan tangannya. Walikota kemudian menyambut uluran tangan Ulut dan kemudian duduk di dekatnya.

Usai makan sahur bersama, Walikota menyebut akan memperancak rumah keluarga ini sebelum lebaran. Hal ini sebenarnya akan dilakukan tahun lalu, namun baru bisa terwujud tahun ini.

“Memang kami memilih keluarga ini (untuk dibantu, red). Mudah-mudahan menjelang lebaran rumah ini selesai,” terang Walikota.

Rumah Ulut berada di atas tanah yang diperuntukkan bagi keluarga ini. Sehingga hal ini memudahkan tim untuk membedah rumah tersebut. Walikota mengajak dan mengimbau warga yang pandai tukang dan tinggal di seputar rumah Ulut agar dapat bekerja bersama-sama membantu membangun rumah tersebut.

“Nilai bedah rumah ini sebesar 20 juta rupiah, jika ada pihak lain yang ingin membantu silahkan, sehingga hidup keluarga ini semakin baik,” harap Walikota.

Diakui Walikota, di Padang masih banyak terdapat rumah warga yang tak layak. Makanya Pemerintah Kota Padang memogramkan 1000 rumah per tahun. Ini juga dibantu Pemerintah Provinsi, Baznas Kota Padang, komunitas peduli dan lainnya.

Selain tidak layaknya rumah yang ditempati Ulut, rumah ini juga belum dialiri air bersih. Karena itu, Walikota menginstruksikan kepada PDAM untuk memeriksa langsung saluran ke rumah tersebut dan memasang langsung instalasi air bagi keluarga tersebut.

Walikota juga menyebut bahwa di Kayu Kalek, Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah cukup banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan kendala biaya dan kurangnya perhatian.

“Camat melalui UPTD Pendidikan agar melihat siapa saja yang mendapat paket A, B, maupun C. Sehingga mata rantai kemisikinan dapat terputus melalui pendidikan,” ungkap Walikota.

Dalam Singgah Sahur itu juga terlihat Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman. Kehadiran rektor ini menambah hangatnya suasana Singgah Sahur. Eka Putra Wirman menyebut dirinya cukup tergugah dengan program yang dilakukan Walikota Padang.

“Sengaja saya ikut rombongan karena saya ingin melihat langsung bagaimana kondisi dan suasana Singgah Sahur yang dilakukan Walikota Padang seperti yang pernah dilakukan Umar Bin Khatab,” tukasnya.

Setelah sirine masuknya waktu imsak berbunyi, seluruh tim dan keluarga ini bergegas menuju Masjid Ar-Rahman. Dengan berjalan kaki, seluruh tim menuju masjid yang berada tak jauh dari rumah Ulut. Mereka kemudian melaksanakan shalat subuh berjamaah.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*