Ditemukan Cacing Hati dan Usus pada hewan potong lebaran

Photo Ilustrasi Pemantauan di Pasar Daging Menyambut Lebaran

 

Padang-today.com__Seperti biasaya di sejumlah pasar pasar tradisional untuk menyambut hari raya Idul Fitri selalu menjajakan daging potong. Bahkan hal semacam ini sudah menjadi tradisi di sejumlah masyarakat untuk menyambut hari kemenangan ini.

Namun, bagi warga yang akan mengkosumsi daging potong sapi dan kerbau tidak mengetahui daging yang aman untuk dikosumsinya itu. Baru baru ini Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar, melalui tim pengawasan pemotongan hewan dan peredaran daging jelang lebaran 1439 H melakukan monitoring dan pemantauan pasar selama dua hari Rabu s/d Kamis (13-14 ) di 4 Lokasi berbeda. Alhasil dari monitoring tersebut ditemukan beberapa daging yang dijual kepada masayarakat terinveksi cacing hati dan cacing usus.

“Pada saat monitoring hari ini, Kamis 14/06/2018  kita temukan masih adanya hewan potong yang akan dijual terinveksi cacing hati dan cacing usus,” sebut Dokter Hewan Wisnawati dari tim monitoring kepada wartawan, Kamis, 14/06/2018 di Pariaman.

Ia mengatakan, jika organ hewan ternak yang terinveksi cacing tadi dikonsumsi/diolah dan matang secara sempurna maka tidak akan menimbulkan dampak bagi manusia.

“Dengan catatan bagian yang terinveksi cacing tersebut harus dibuang, namun persoalannya selama ini yang menjadi konsumen daging tidak hanya rumah tangga saja akan tetapi pedagang sate juga sering membeli daging,” ujarnya.

Kalau daging tadi dimasak dengan sempurna seperti membuat rendang dengan suhu api yang tinggi tentu akan lebih baik, akan tetapi bagaimana jika dijadikan sate yang bisa dikatakan masaknya hanya separo matang.

” Disinilah dapat menimbulkan penyakit jika bakteri cacing tadi masih hidup, maka ia akan dapat berpindah pada manusia,” kata dia.

Cacing hati pada dasarnya adalah sejenis cacing pipih yang hidup dan berhabitat di dalam sistem hati dan empedu hewan mamah biak herbivora, termasuk sapi, kambing, unta bahkan kerbau. Cacing hati sendiri terbagi dalam dua jenis yakni cacing hati khas Asia (Fasciola gigantica) dan khas Eropa (Fasciola hepatica). Dikatakan cacing hati khas Eropa bersifat lebih ganas dari khas Asia.

Cacing hati ini masuk ke dalam sapi melalui makanan yang mereka makan, yakni dedaunan yang hidup dari area berair . Biasanya di area berair ini muncul banyak larva cacing hati yang juga dikenal dengan nama serkaria. Larva yang tertelan sapi ketika mereka memakan dedaunan inilah yang kemudian menginfeksi hati sapi.

Namun, keberadaan cacing hati sapi tidak lantas dengan semudah itu menulari tubuh manusia begitu saja. Karena sebenarnya cacing ini hanya hidup dalam kawasan hati sapi. Kalaupun ada persebaran hanya berkisar pada area pencernaan.

Sedang daging dari sapi sendiri sampai sejauh ini dikatakan aman untuk dikonsumsi. Karena tidak ditemukannya persebaran cacing, telur atau larva dalam daging sapi sekalipun dinyatakan hati sapi positif mengidap cacing hati. Sejauh ini belum ada data resmi yang bisa menjadi acuan adanya serangan cacing hati sapi pada manusia dan sejauh mana prosentasi penularannya. Namun beberapa pakar meyakini kecil kemungkinan adanya penularan cacing hati sapi selama perlakuan dan konsumsi daging sapi terawasi dengan baik. (suger)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*