Diterapi Sekdako, Dandim Nyatakan Berhenti Merokok

Sekdako Benni Warlis Lakukan Terapi merokok kepada Dandim Trisno Widodo didampingi Kadiknas Paykumbuh Elzadaswarman.

Sekdako Benni Warlis Lakukan Terapi merokok kepada Dandim Trisno Widodo didampingi Kadiknas Paykumbuh Elzadaswarman.

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sikap tegas Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Trisno Widodo berhenti merokok pantas diapresiasi. Usai diterapi Sekdako H. Benni Warlis, lewat totokan halus di seputar kepala dan muka, Dandim Trisno yang disuruh merokok kembali, langsung menyatakan rokok yang dihisapnya terasa pahit dan membuat kepalanya pusing. Dan sejak itu, Trisno menyatakan tekadnya berhenti merokok.

“Mulai hari ini, Saya langsung berhenti merokok. Dan bertekad tak akan mengulangnya lagi, meski disodorkan rokok oleh siapun juga,” tegas Trisno, pada acara kampanye berhenti merokok, dalam acara penyampaikan Komitmen Pemko Berhenti merokok, di GOR Kubu Gadang di Kelurahan Balai nan Tuo, Payakumbuh Timur, Minggu (16/11). Dandim juga menjanjikan, untuk mengajak anggota TNI untuk berhenti merokok, tambahnya.

Gelar acara Komitmen Berhenti Merokok (KBM) Pemko Payakumbuh itu, diawali dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain spanduk lebih kurang 100 meter. Mulai dari murid TK, SD/SMP/SMA/SMK/MA serta masyarakat membubuhkan tandatangannya. Setelah lebih kurang 3.000-an pelajar melakukan senam massal bersama Muspida, Korpri, TNI/Polri dan lansia.

Khusus pimpinan daerah, muspida, pimpinan SKPD, tidak sekedar membubuhkan tanda tangan, tapi juga menempelkan sidik telapak tangan kanan dan kiri. Cerminan, betapa kuatnya keinginan pejabat di kota ini untuk berhenti merokok, sebut Kadis Kesehatan Elzadaswarman.

Ikut menyampaikan komitmennya untuk mengajak masyarakat berhenti merokok itu, Kapolresta Payakumbuh AKBP Yuliani, Sekdako Benni Warlis, Wakapolresta dan Wakil Kepala Pengadilan Negeri. Komitmen Berhenti Merokok, ajakan simpatik yang akan terus dikampanyekan oleh seluruh pejabat dan jajaran PNS di kota ini kepada masyarakat.

Makanya, bagi PNS yang merokok pada kawasan tanpa rokok (KTR), sesuai Perda No. 15 Tahun 2011, akan dipidanakan berupa tipiring. “Sosialisasi tipiring terus dipergencarkan oleh petugas kepada publik. Sehingga, begitu dilaksanakan dalam waktu dekat ini, publik tak merasa kaget,” kata Elzadaswarman.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*