DKK Sosialisikan Percepatan Pengendalian PTM

DKK Padang Panjang.

DKK Padang Panjang.

Advertisements

Padangpanjang, PADANGTODAY.COM-Upaya meminimalisir risiko terhadap masyarakat di kota berjuluk Serambi Mekkah, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang, terus melakukan percepatan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan sistem jemput bola melalui pos-pos yang digelar secara bergantian di tiap-tiap keluarahan.

“Percepatan dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah. Selain itu dalan terapannya, pemerintah melaui DKK seperti tahun-tahun sebelumnya akan membentuk tim medis yang akan bekerja sama dengan kader-kader masyarakat di kelurahan nantinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang Nuryanuar.

Nuryanuar mengatakan, penyakit tidak menular tersebut sering kali diabaikan masyarakat karena kebiasaan hidup mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi. Dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh DKK secara berkelanjutan, diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya dari PTM.

Sosialisasi yang dilakukan tersebut, juga diharapan bisa menjadi motivasi bagi instansi pemerintah dan lembaga lainnya untuk mendirikan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di masing-masing instansi. “Dengan adanya Posbindu PTM itu diharapkan masyarakat dan aparatur pemeirntah serta lembaga lainnya lebih intens memeriksa kesehatan, sehingga terhindar dari berbagai penyakit tidak menular,” katanya.

Pada Posbindu tersebut, masyarakat dan aparatur serta pegawai lembaga pemerintah baik itu BUMN, BUMD bisa memeriksa kesehatan seperti gula darah, kolesterol, hipertensi, obesitas, lemak tubuh dan lainnya.DKK mendirikan Posbindu PTM, disebutkan guna mendeteksi sejak dini risiko penyakit tidak menular diidap oleh masyarakat.

Penyakit tidak menular tersebut sering terjangkit karena, aktivitas fisik kurang, peminum alkohol, merokok, mengkonsumsi makanan berlemak secara berlebihan, sering mengkonsumsi makanan instan dan lainnya. Selain itu usia juga merupakan salah satu faktor risiko hipertensi, sehingga lebih banyak dijumpai bahwa penderita penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi pada usia senja.

Upaya mengatasinya potensi risiko PTM, masyraakat diimbau untuk mengurangi konsumsi garam dalam makanan dan mengkonsumsi yang mengandung kalium, magnesium serta kalsium. Paling utama ditegaskannya untuk mengurangi minuman atau makanan beralkohol dan mengubah pola makan tidak sehat ke yang sehat serta dengan memperbanyak makan buahan dan sayuran.

“Sangat baik untuk mencapai hidup sehat tentu sedapatnya dengan berolahraga secara teratur, karena bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Namun apabila gejala sakit dirasakan, masyarakat diimbau untuk tidak ragu-ragu mengkonsultasikannya dengan pihak medis untuk penanganan yang tepat,” pintanya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*