Dompet Dhuafa Konsisten Perjuangkan Dhuafa Advokasi BMI oleh DD Hong Kong

Advokasi

HONG KONG, PADANGTODAY.COM-Gerakan pembelaan Dompet Dhuafa kepada kaum papa tidak hanya dilakukan di dalam negeri saja tapi juga di luar negeri. Seperti halnya Dompet Dhuafa Singgalang yang memberikan fasilitas advokasi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi mustahik, Dompet Dhuafa Hong Kong (DD HK) memiliki program tersendiri untuk memberikan advokasi terhadap Buruh Migran Indonesia (BMI).

Minggu (8/3), DD HK menggelar pembekalan advokasi untuk para BMI di Kantor DDHK Jardine Bazzar Hong Kong. Pembekalan dihadiri puluhan BMI yang tergabung dalam kerelawanan DD Hong Kong. Acara ini menghadirkan General Manager DD HK, Rovi Octaviano Vustany, dan pemateri advokasi Christian Action Tania.

Rovi dalam sambutannya mengatakan, dengan acara ini diharapkan para BMI tahu dan paham tentang hukum, hak, dan kewajiban sebagai BMI serta mampu membantu sesama BMI yang bermasalah. Lebih jauh lagi, mereka mengetahui kemana dan bagaimana mencari tempat perlindungan.

Dalam penyampaian materinya, Tania menjelaskan apa saja hak dan kewajiban BMI, hak dan kewajiban majikan, dan kemana harus mengadu apabila di antara pekerja dan majikan tidak mendapat hak atau tidak menunaikan kewajiban.

“Hukum yang berlaku untuk orang Hong Kong, berlaku juga bagi migran yang ada di Hong Kong,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, di Hong Kong ada tiga hukum diskriminasi, yaitu diputus kontrak kerja karena sakit, seks, dan ras. Yang tidak kalah penting adalah, apa yang harus dilakukan apabila ada teman yang bermasalah. Pertama, para BMI harus bertanya kapan kejadian tersebut terjadi, siapa yang memutuskan kontrak, kenapa dan kasusnya apa.

“Jangan panik, kumpulkan informasi penting dan kemudian melapor ke pihak yang berwenang,” imbau Tania.

Sebagai pendatang, BMI di Hong Kong seringkali mendapat perlakuan yang tidak baik. Untuk itu, mereka memerlukan edukasi terkait hal-hal yang penting untuk mereka ketahui. Demi kelancaran hidup mereka di negeri orang.

Menurut Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, pengetahuan-pengetahuan penting tentang hak dan kewajiban BMI di Hong Kong sama pentingnya dengan pengetahuan masyarakat awam (dhuafa-red) tentang hukum, hak dan kewajiban sebagai warga negara. Di Indonesia, seharusnya orang miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara, tapi bagaimana menuntut hak yang sudah tercantum dalam undang-undang tersebut? Tentu harus ada pengetahuan dan dukungan dari orang-orang yang peduliterhadap nasib mereka.

“Dompet Dhuafa akan senantiasa menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hidup kaum dhuafa,” pungkas Musfi. (minnie/gie/nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*