Dompet Dhuafa Singgalang Tebar Hewan Kurban di 28 Titik Marginal

THK DD Singgalang  Kurban di 28 Titik Marginal.

THK DD Singgalang
Kurban di 28 Titik Marginal.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Singgalang 1435 H merambah 28 titik daerah marginal dan minim pekurban di Sumatera Barat. Penyembelihan hewan kurban hari Minggu (5/10) hingga Selasa (6/10) melibatkan 157 pekurban dari berbagai daerah. “Selain masyarakat Sumbar, ada juga para perantau Minang dari berbagai daerah di Indonesia yang berkurban melalui Dompet Dhuafa Singgalang, ada pula kurban dari para donatur Dompet Dhuafa Banten dan Riau,” terang Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa Singgalang, Riko Onki Putra, Rabu (8/10).

Dia bersyukur amanah dari para pekurban untuk menyampaikan kurban mereka kepada saudara-saudara yang membutuhkan, 2.802 Kepala Keluarga (KK) sudah dilaksanakan. Hampir tidak ada halangan yang berarti. Meski sebagian daerah diguyur hujan, rata-rata masyarakat begitu antusias menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban yang lain dari biasanya. Ada nama-nama asing yang tidak mereka kenal melakukan kurban di daerah mereka.

“Terharu sekali, meski tidak pernah melihat warga kami, para pekurban tergerak untuk berbagi kurban mereka di sini,” tutur Tris Mahyudin, masyarakat Kampung Pasar Gedang Nagari Inderapura Barat Kec. Pancung Soal, Kab. Pesisir Selatan.

Sementara itu, pekurban Dompet Dhuafa Singgalang, perempuan asli Minang yang kini mengabdikan diri di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta, Ulvina Hafizah, mengaku lebih nyaman menyalurkan kurbannya ke kampung halaman melalui Dompet Dhuafa Singgalang. “Sudah tiga tahun berturut-turut saya mempercayakan pelaksanaan kurban saya kepada Dompet Dhuafa Singgalang, alhamdulillah lebih tenang rasanya ketika daging kurban tersebut benar-benar dibagikan kepada saudara-saudara yang jarang menikmati daging, yang daerahnya minim atau bahkan tidak ada pekurban sama sekali,” terangnya.

Diakuinya, usai pelaksanaan kurban dia juga selalu mendapatan laporan pertanggungjawaban yang otentik dari panitia THK. “Ada foto-foto pelasanaan kurban, ada juga detail data seperti alamat lengkap daerah, jumlah KK yang menerima, bahkan nomor telepon dari tokoh mitra setempat,” paparnya.

Sementara itu, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, mengatakan akan terus meningkatkan pelayanan terhadap para pekurban yang sudah mempercayakan pelaksanaan kurbannya melalui Dompet Dhuafa Singgalang. “Dengan transparasi yang tinggi dan peningatan pelayanan, kami terus berusaha menggugah hati para pekurban agar turut memperhatikan daerah dimana dia berkurban, sangat sayang jika para panitia kurban justru kebingungan saat ingin membagian daging kurban,” katanya.

Berdasarkan survei tim di beberapa titik daerah di Padang, masih sangat banyak daerah yang daging kurbannya berlebih-lebih. Panitia kebingungan kemana lagi membagikan daging kurbannya. Sebuah komplek perumahan yang hanya dihuni 70 KK, ada lima sapi yang dikurbankan. Sementara di Inderapura Barat Pesisir Selatan, salah satu daerah sebaran THK Dompet Dhuafa Singgalang, 250 KK hanya ada satu sapi kurban. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*