DP3AKB Kota Pariaman Gelar  Roadshow

 

Padang-today.com___Untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman mengadakan roadshow pencegahan dan penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak se Kota Pariaman.

“Roadshow ini kita laksanakan di kantor desa masing- masing,” ungkap kepala DP3AKB Kota Pariaman Alfian Harun, Kamis (25/10).

Katanya, Saat ini sudah jadwal terakhir pelaksanaan Roadshow,  karena untuk tahun 2018 hanya bisa melaksanakan sebanyak 12 Desa se Kota Pariaman.

Selain itu, dengan keterbatasan anggaran dan desa yang dipilih untuk pelasanaan roadshow adalah desa yang rentan terjadinya kekerasan tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Evi Irma mengatakan roadshow ini merupakan kegiatan tahunan DP3AKB namun sebelumnya hanya berbentuk sosialisasi di satu tempat, tapi tahun ini diadakan ke desa – desa yang rentan agar tidak terjadinya tindak kekerasan tersebut.

“DP3AKB untuk tahun 2019 kembali sudah menganggarkan untuk dilaksanakan roadshow lagi dengan desa yang berbeda dengan harapan semakin menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, karena berkaca dari tahun 2017 dan 2018, angka tindak kekerasan sudah mulai menurun, ” ungkapnya.

Dalam Roadshow Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ini, DP3AKB menghadirkan 4 pemateri mulai dari DP3AKB, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pariaman, Kementerian Agama Kota Pariaman dan BPJS.

” Karena hanya 12 desa se Kota pariaman maka kami membagi sama untuk Pelaksanaan roadshow ini perkecamatannya. jadi setiap Kecamatan ada 2 desa yang kami laksanakan. Roadshow pencegahan ini mengundang seluruh perangkat desa, niniak mamak, Babinkamtibmas dan seluruh kader yang akan berhubungan langsung dengan masyarakat, ” tambahnya.

Ketua P2TP2A Kota pariaman dr. Lucy Genius menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah agar kita tahu bagaimana nantinya kita menghadapi dan memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan serta berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender.

“Yang harus kita lakukan agar tindak kekerasan ini tidak terjadi dengan melakukan penyadaran dan perlindungan terhadap perempuan dan anak tentang HAM, membangun gerakan bersama untuk mencegah, menghapus kekerasan dan trafiking terhadap perempuan dan anak, ” ungkapnya.

Ia berharap agar tokoh dan seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, laporkan apapun yang dilihat janggal oleh orang sekitar agar tidak terjadi lagi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas