DPMTP Lahirkan Klinik LKPM Online

Padang-today.com__Setelah sukses dengan safari koordinasi dengan OPD se Kabupaten Padang Pariaman,  PAPA JOSS dan AJEP PAPA, kini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Segera meluncurkan sebuah inovasi baru guna menggenjot nilai investasi di Padang Pariaman, sesuai dengan target Padang Pariaman sebagai kabupaten tujuan investasi di Sumatera Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMTP Kabupaten Padang Pariaman Sepno Fahmi SE, mengharapkan agar inovasi pelayanan Bidang Penanaman Modal khusus bidang pelaporan kegiatan Penanaman Modal yang diberi nama “Klinik LKPM” ini nantinya akan membantu Perusahaan dalam melakukan Pelaporan LKPM secara Online.

“Melalui klinik LKPM ini nantinya kita akan bisa memantau perkembangan dan pergerakan investasi yang ada di Padang Pariaman,” kata Sepno.

Klinik LKPM adalah klinik laporan kegiatan Penanaman Modal, disini ada sebuah wadah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam penyampaian laporan.

“Klinik ini nantinya kita sediakan ruangan khusus di kantor dan klinik ini juga dilakukan secara mobile,” ujarnya.

Artinya, pelaku usaha didampingi oleh pihak DPMTP yang akan berkaitan dengan perusahaan mereka.

Selain itu, pihaknya akan memberikan pelayanan prioritas dengan cara mengunjungi perusahaan dan mendampingi perusahan itu.

Berrdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Pasal 15 ditetapkan bahwa setiap perusahaan penanaman modal berkewajiban untuk membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan menyampaikannya kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bagi perusahaan yang tidak menyampaikan LKPM sesuai periode pelaporan, BKPM akan menindaklanjuti dengan mengirimkan surat peringatan kepada perusahaan.

Perusahaan yang tidak merespon surat peringatan tersebut selama 3 (tiga) kali secara berturut-turut dapat dijatuhi sanksi berupa pembatalan/pencabutan izin perusahaan.

LKPM ini wajib disampaikan secara online melalui situs https://lkpmonline.bkpm.go.id dengan menggunakan hak akses yang diberikan oleh BKPM.

Bagi perusahaan yang belum memiliki hak akses, dapat mengajukan secara online melalui situs https://online-spipise.bkpm.go.id, melalui menu Pendaftaran Akun LKPM Online.

Sementara Kepala Bidang Penanaman Modal Jon Eka Putra menambahkan, kendatipun demikian, mereka bisa melakukan pelaporan secara mandiri.

” Namun pada kenyataanya sering juga terjadi keterlambatan malahan tidak melaporkan sama sekali LKPM Online nya. Oleh karena itu pihaknya hadir untuk mereka, dengan melakukan Pendampingan sampai ke Pelayanan Prioritas,” ujarnya.

Pihaknya siap membantu mereka mulai dari mendaftarkan akun (hak akses LKPM Online) sampai penyampaian laporan secara online, verifikasi laporan hingga memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan.

“Kita ingin mereka rasakan kehadiran kita, oleh karena itu Klinik LKPM salah satu solusi terbaik yang kita lakukan,” ungkap Jon Eka Putra, S.Sos M.Si yang akrab disapa Pak JEP itu.

Sementara, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni ketika diminta komentarnya tentang inovasi terbaru DPMTP menyambut senang atas kinerja DPMTP.

Menurutnya, DPMPTP telah berjalan dengan sistem sehingga walau ditinggalkan oleh Hendra Aswara, DPMPTP tetap bekerja baik bahkan terus melahirkan inovasi.

“Menjadikan kabupaten Padang Pariaman sebagai kabupaten ramah investasi dan tujuan investasi, bukan hanya sekedar isapan jempol belaka, hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai investasi di Padang Pariaman dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Meningkatnya nilai investasi ini, didukung oleh semua pihak, stekholder dan juga kepatuhan perusahaan dalam melaporkan kegiatan penanaman modalnya.

Nilai investasi pada tahun 2016 sebesar Rp125 milyar, di tahun 2017 nilai investasi meningkat menjadi Rp186 milyar, dan realisasi investasi tahun 2018 kemaren meningkat tajam menjadi Rp275 milyar.

“Dengan diluncurkan inovasi ini ditargetkan Investasi di Padang Pariaman meningkat 100% dari tahun 2018 yang lalu,” harap Ali Mukhni. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas