DPR RI Beri Apresiasi Laporan Keuangan Kemdikbud Dengan Opini WTP

gedung-dpr-ri-senayanJakarta, PADANGTODAY.com – Perjalanan opini BPK RI atas laporan keuangan Kemdikbud, mulai dari tahun 2009 mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP), tahun 2010 mendapatkan Tidak Memberikan Pendapat (TMP), tahun 2011 juga mendapatkan TMP, tahun 2012 dapat ditingkatkan kembali menjadi WDP, dan tahun 2013 meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) memberikan apresiasi laporan keuangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2013 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kemdikbud telah mengalami peningkatan laporan keuangan dibandingkan dengan tahun 2012 dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Komisi X DPR RI mendorong Kemdikbud untuk mempertahankan hasil opini WTP tersebut di tahun-tahun mendatang,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Syamsul Bachri, saat memimpin rapat kerja (Raker), di ruang rapat Komisi X, gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Kamis (21/08/2014).

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu atas pendampingan, saran, kritik, dan sebagainya, sehingga kami dapat meningkatkan opini di Kemdikbud. Mudah-mudahan opini tahun 2014 yang akan dibacakan pada tahun 2015 bisa mempertahankan opini WTP,” ujar Mendikbud.

Pada kesempatan Raker ini, Mendikbud menjelaskan terdapat tiga komponen dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI yang dilakukan pada tahun 2013. Pertama, LHP atas laporan keuangan memuat opini. Kedua, LHP atas pengendalian intern, memberikan keyakinan yang memadai tentang keamanan aset, ditaatinya peraturan perundangan, dan dicapainya tujuan organisasi secara efisien dan efektif, serta keandalan Laporan Keuangan.

Ketiga, LHP kepatuhan atas peraturan Perundang-undangan, pengujian kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangan, kecurangan, serta ketidak patuhan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan. (md/nol)

Lewat ke baris perkakas