DPRD: Dukung Padang Juara Umum Porprov

Komisi IV DPRD Padang: Bonus Harus Lebih Tinggi

IMG_20161025_103246PADANGTODAY.COM-Atlet adalah duta olahraga yang mengharumkan nama daerah. Maka bila mereka berprestasi dalam mutieven termasuk di Porprov, pemerintah harus memberikan apresiasi. Salah satu apresiasi yang bisa diberikan adalah bonus.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Padang Surya Jufri didampingi beberapa anggota Komisi IV Iswandi Mukhtar, Fakhri Bahar dan Usman Ismail saat hearing dengan pengurus KONI Padang, Selasa (25/10) di sekretariat KONI Padang.

Katanya, sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV-2016. Kota Padang tidak hanya sukses penyelenggaran, tapi juga harus sukses prestasi. Untuk menuju itu, tentu segala kebutuhan atlet harus dipenuhi, salah satunya bonus atlet.

“Bonus untuk atlet berprestasi diarena Porprov ini wajib disedikan. Jumlahnya juga harus meningkat dari tahun lalu,” terangnya.

Anggota legislatif yang disambut langsung Ketua KONI Padang Agus Suardi, Kadispora Padang yang juga ketua V Porprov Sumbar Suardi Junir, Waketum I KONI Padang Davitson dan pengurus lainnya menyatakan, pada Porprov XIII-2014 di Dharmasaraya, jelasnya, peraih medali emas diberi bonus sebesar Rp20 juta, perak Rp10 juta dan perunggu Rp5 juta dengan total anggaran bonus Rp5 miliar lebih. Tentu jumlah yang diraih ini harus lebih tinggi.
.

Sementara Davitson menyampaikan, pada Porprov yang digeber mulai dari tanggal 19 hingga 29 November nanti seluruh pengurus cabang olahraga berniat meraih juara umum. “Bukan saja juara umum di klasemen akhir, target Pengcab malah juara di 34 cabang baik yang resmi dipertandingakna maupun ekshebisi,” bebernya.

Kadispora Padang Suardi menambahkan, secara prinsip persiapan tuan rumah nyaris sempurna. Tinggal saat ini adalah mengejar penyelesaian beberapa venue olahraga termasuk perbaikan lintasan atletik.

Panpel menurutnya juga tengah menunggu kontribusi 18 kabupaten kota berupa bantuan pelaksanaan masing-masing Rp100 juta. Bantuan itu menurutnya paling lambat diserahkan sebelum tanggal 20 November atau tepatnya sebelum tekhnical metting.

Pada Porprov 2019 lanjutnya, akan melibatkan sebanyak 2310 orang wasit juri. Sementara peserta yang terdaftar sebanyak 8564 orang atlet dan ofesial yang berasal dari 19 kabupaten dan kota.

“Yang tengah kita kerjakan saat ini adalah melakukan perbaikan beberapa venue seperti lapangan basket, voli dan paralayang yang segera rampung. Untuk paralayang saat ini bermasalah pada lokasi mendarat yang direncanakan di Pantai Air Manis. Persoalannya hanya menyangkut tempat mendarat, kita harus lakukan pemindahan kedai milik masyarakat dan pencabutan 8 pohon pinus di lokasi tersebut,” jelas Suardi.

Saat ini menurutnya tengah dikejar perbaikan venue panjat tebing di GOR Agus Salim dan venue atletik. “Untuk atletik yang bermasalah adalah lintasannya karena, anggaran perbaikannya tidak ada di DPA. Untuk solusinya akan kita masukkan ke anggaran perubahan provovinsi,” jelas Suardi.

Lambannya perbaikan lintasan, lanjut mantan Kadispora Padang itu juga tak terlepas dari dipakainya stadion oleh Semen Padang FC di gelaran Torabika Soccer Championship.

“Seperti diketahui Semen Padang FC masih akan memainkan partai home 3 di Stadion Agus Salim. Sesudah tanggal 28 Okteber baru bisa diperbaiki. Namun dengan catatan tidak begitu memenuhi tuntutan PASI Sumbar yang menurut kisaran membutuhkan anggaran total Rp900 juta. Jika memang ada anggaran sebanyak itu harus pula melalui tender yang jelas akan memakan waktu, apalagi tenggat waktu penyelesaian venue hingga 4 November,” terang Suardi.

Meski begitu, panpel lanjutnya bakal tetap mengoptimalkan perbaikan lintasan atletik, meski anggarannya tidak ada di DPA.

Dibagian lain, pembukaan akan dimulai dari proses pengambilan api Porprov pada tanggal 17 November di Pariangan, Tanahdatar. Pengambilan api di batas kota hingga acara pembukaan dan penutupan akan menjadi tanggungjawab Event organizer (EO).

“Untuk peralatan pertandingan, pakaian dan medali sudah tidak masalah tinggal makan minun yang sedang tahap tender,” tutupnya.

Ketua Komisi IV DPRD Padang, Surya Jufri mendukung penuh target KONI Padang yang kembali mempertahankan sejarah sebagai juara bertahan abadi. Namun hal yang tak terpenting menurut Bitel, sapaan akrab Surya Jufri adalah mengawinkan sukses prestasi dan sukses pelaksanaan.

Ia juga menegaskan agar KONI Padang konsern pada prestasi dan kebutuhan atlet. Ia menjanjikan jika anggaran bonus yang awalnya dianggarkan Rp6,5 miliar kurang karena, banyaknya medali yang diraup akan dianggarkan lagi pada APBD induk 2017.

“Kita inginkan bonus Padang lebih besar dari kabupaten dan kota yang lain. Kita akan kawal ini. Jangan sampai bonus ditahan lama-lama seperti kisah pada Porprov di Dharmasraya tahun 2012 lali,” tutup Bitel. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*