DPRD Kota Payakumbuh Lahirkan Perda APBD 2015 Tercatat Tercepat ke 2 di Sumbar

DPRD Kota Payakumbuh periode 2014-2019.

DPRD Kota Payakumbuh periode 2014-2019.

​Payakumbuh​, PADANGTODAY.com-Akhirnya, berkat keras seluruh anggota DPRD Kota Payakumbuh, khususnya tim Badan Anggaran (Bangar), berhasil melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD tahun 2015, bertempat diaula kantor DPRD, Sabtu (29/11).

Dengan lahirnya Perda tersebut, maka tercatatlah kota Payakumbuh sebagai pencetak Perda APBD ke 2 di Sumatera Barat setelah kabupaten Pasaman. Keberhasilan menelorkan Perda tersebut memang berjalan cukup lancar dan serius sedikit agak rilek dikarenakan suasana pembahasan yang didasari oleh rasa kebersamaan dan tanggungjawab yang cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan juru bicara DPRD Kota Payakumbuh Alex Wijaya. ST pada rapat paripurna DPRD pengambilan keputusan tentang Ranperda APBD tahun 2015. Sebelumnya didahului dengan penyampaian laporan pembicaraan tingkat II oleh Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang dihadiri seluruh SKPD dan Muspida serta tokoh masyarakat.

Dikatakan Alex dari fraksi Bintang Nasdem (Gabungan PBB dan Partai Nasdem). Sukses ini tentunya tidak terlepas dari komitmen yang dibangun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Pemerintah Daerah sendiri.

Meskipun untuk melahirkan sebuah Perda, memerlukan nafas panjang, tentunya tidak semua aspirasi masyarakat dapat tertampung secara keseluruhan. Namun pada tahun anggaran 2015 mendatang, secara bertahap kita tingkatkan seperti dinas Pendidikan.

APBD anggaran dinas Pendidikan dapat disetujui dengan catatan honor guru PAUD sebanyak 160 orang dinaikan sebesar Rp150.000,/bulan, sehingga menjadi Rp400.000/ bulan.

Dalam pengadaan buku-buku yang dibiayai dari dana DAK , dewan mengharapkan kedepan agar dinas Pendidikan tidak ada lagi di interpensi pihak tertentu dan kiranya pengadaan buku bisa diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, buku bisa sampai di sekolah tepat waktu sehingga murid tidak dirugikan.

Program kegiatan Pemahaman Wawasan Kebangsaan dan terbentuknya tim PBB di tingkat SMA/SMK Kota Payakumbuh, merupakan kegiatan baru dapat disetujui.

Selama pembahasan RAPBD yang dilaksanakan oleh Banggar dengan TAPD sudah dapat disepakati antara lain misi program PAUD mengupayakan layanan pendidikan bagi seluruh anak di Indonesia tanpa terkecuali dalam membentuk manusia seutuhnya.

Karena dinas Pendidikan adalah program unggulan masyarakat Kota Payakumbuh. Maka, kami harapkan dalam rangka mendukung pencapain target program PAUD nasional yakni satu desa/satu kelurahan, ternyata masih ada beberapa kelurahan yang belum memiliki PAUD yakni kelurahn Bodi, Balai Nan Tuo, Piliang, Nunang dan Cubadak Aia.

“Hingga kini, DPRD masih punya beberapa catatan-catatan kecil yang harus kita sikapi secara bersama-sama. Sehinga PAUD Kota Payakumbuh benar-benar dapat mencetak karaketer generasi muda dari dini, “harap Alex.

Kemudian, sebut anggota dewan muda dan yang termuda, setelah Wulan Denura. S.ST dari partai Gerindra itu, untuk meningkatkan mutu layanan PAUD pemerintah kota Payakumbuh telah meyediakan dana insentif pendidik PAUD, rehabilitasi bangunan, pembuatan pagar dan penyediaan alat permainan edukatif (APE) dan peningkatan mutu pendidik PAUD melalui pelatihan serta magang bagi pendidik dan pengelola.

Keberadaan lembag PAUD formal (TK) dengan PAUD non formal (KB, SPS, TPA) pengelolaan secar nomen kelatur masih terpisah (Dikelola 2 bidang : bidang TK/SD dan bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI).

“Untuk terselenggaranya pembinaan lembaga pendidikan maupun pendidik PAUD, diharapkan kepada dinas Pendidikan bersama jajarannya melibatkan berbagai komponen, diantaranya bunda PAUD, Himpaudi, forum PAUD, LPM, TP-PKK, Dharmawanita Persatuan dan tokoh masayarakat serta organisasi sosial lainnya, “harap Alex Wijaya.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas