DPRD Padang Minta PDAM dan PUPR Terus Berkoordinasi

Kebocoran Pipa

Padang – Ratusan masyarakat di Jalan Pasar Mudik Padang Selatan keluhkan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) mati mendadak dan tidak mengalir seperti biasanya, Selasa pagi (15/10). Persoalan itu dipicu karena bocornya salah satu pipa penyaluran PDAM akibat penggalian yang tengah dikerjakan di daerah itu.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Helmi Moesim mengungkap bahwa dirinya mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai kebocoran akibat penggalian di Pasar Mudik. Setelah itu, dia langsung gerak cepat berkoordinasi dengan pihak PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Saya langsung tinjau daerah itu, dan setelah dihubungi pihak PDAM juga turun. Sibuklah semua mengerjakan kebocoran itu. Karena dari subuh masyarakat di sana tidak mendapatkan air bersih, mereka minta tolong ke saya, karena tidak tega sontak saya langsung turun,” kata Helmi Moesim saat ditemui Posmetro di ruang kerjanya, Selasa (15/10).

Politikus Partai Berkarya ini sangat menyayangkan kebocoran tersebut sehingga berimbas kepada warga. Dia menilai, buruknya koordinasi antara PDAM dan Dinas PUPR, dan pekerjaan yang dilakukan tengah malam akibatnya tidak hanya menimbulkan kerugian pada PDAM saja. Namun paling dirugikan adalah masyarakat terhadap pelayanan air minum.

“Akibat kebocoran tersebut masyarakat banyak tidak tahu kalau di mesjid juga air jadi mati, itu yang jadi permasalahan utama. Mungkin ratusan atau ribuan pelanggan yang tidak dapat air minum karena kecerobohan pihak ketiga atau kontraktor yang ada Dinas PUPR,” ujar Helmi Moesim.

Terakhir, Anggota Komisi III DPRD Kota Padang membidangi Pembangunan ini menghimbau kepada dinas PUPR untuk melakukan koordinasi terhadap pembangunan pada titik-titik yang rawan adanya pipa PDAM, Listrik atau Telkom dan lainnya. Sehingga kedepan tidak ada lagi kerugian yang ditimbulkan dan berimbas ke-masyarakat.

Terpisah, Dirut PDAM Kota Padang, Hendra Febrizal, mendapat kabar dan keluhan warga langsung menuju lokasi untuk mengecek langsung kebocoran tersebut dan dia sangat menyayangkan tidak adanya koordinasi pada pihaknya tentang adanya pengerjaan penggalian tersebut.

“Akibat kebocoran ini menjadikan pelayanan kami terganggu dan tentu saja kerugian bagi PDAM karna air bersih terbuang percuma,” terang Hendra Febrizal.

Hendra Febrizal menuturkan, di lokasi terjadinya kebocoran tersebut ada 2 jenis pipa PDAM yaitu 300 dan 100mm, Jika pipa yang bocor 100 mm bisa kehilangan air 15 liter per detiknya. Maka dia menghimbau kepada masyarakat yang dirugikan bersabar karna untuk sementara air dimatikan dulu sampai pihaknya melakukan perbaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas