DPRD Padang Minta Tekan Kemiskinan di Bawah 10 Persen

Padang – Pemerintah Kota Padang harus mengusahakan persentase penduduk miskin di tahun 2019 berada di bawah 10 persen.

“Tahun ini, jadi momentum yang baik, mudah-mudahan bisa di bawah 10 persen,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Surya Djufri Bitel, Rabu (10/7).

Namun ia mengakui, hal yang perlu diperhatikan yaitu soal penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Dengan demikian, tingkat kemiskinan bisa ditekan hingga di bawah 10 persen.‎ Untuk penurunan tingkat kedalaman dan keparahan ini, lanjutnya, bisa dilakukan dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat miskin dengan tepat sasaran.

Salah satu contohnya yaitu, dengan menyalurkan beras sejahtera (rastra) secara lebih tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.‎

“Untuk mengangkat mereka ke atas, disitu harus memperbaiki kedalaman dan keparahan itu. Caranya adalah, bantuan sosialnya harus benar-benar tepat sasaran. Di lapangan masih ada yang tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah, tidak tepat waktu. Kalau tahun ini makin diperbaiki, maka upaya menurunkan 10 persen menjadi lebih mungkin,” tandas dia.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Gustin Pramona mengatakan, kemampuan pemerintah menekankan harga kebutuhan pokok dan tumbuhnya ekonomi kreatif dan UMKM merupakan sebagian faktor yang berkontribusi positif bagi penurunan jumlah angka kemiskinan tersebut.

Untuk menekan kasus kemiskinan, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap pelaku usaha kecil hingga daerah pinggiran demi mendongkrak perekonomian.

“Pemerintah perlu memberikan akses, permodalan dan pendampingan terhadap usaha rakyat dalam merintis dan mengembangkan UMKM, sekaligus memberikan proteksi agar tetap surviveserta mampu bersaing dengan kelompok usaha besar yang telah mapan,” katanya.

Dikatakan, guna mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah pinggiran pemerintah dapat memanfaatkan bantuan sosial yang selama ini berjalan untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat di daerah.

“Kemudian bantuan-bantuan sosial yang selama ini diberikan kepada rakyat miskin harus mulai dialihkan pada usaha-usaha produktif, sehingga mampu menciptakan peluang usaha yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas