Dua Nelayan Minahasa Tewas Terkena Bom Ikan Saat Melaut

Salah satu bentuk bom ikan.

Salah satu bentuk bom ikan.

Advertisements

Boltim, PADANGTODAY.COM-Dua Nelayan asal Minahasa Tenggara (Mitra) tewas terkena bom ikan saat melaut di perairan Desa Jiko Belanga, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Rabu (4/3/2015).

Warga Desa Jiko Belanga, Albert Takumansang (33) mengungkapkan, siang itu dia melihat dua perahu (pamboat) asing bukan milik warga sekitar melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom di wilayah perairan laut pulau lampu.

“Saat saya kembali ke rumah sekitar pukul 11 siang. Ada bunyi ledakan yang cukup keras. Getarannya kuat sekali hingga ke Kampung (Jiko Belanga),” kata Albert, Kamis (5/3/2015).

Dia menduga ledakan tersebut bom ikan nelayan yang sempat dilihatnya beberapa saat lalu. Namun dia tak mengetahui ledakan tersebut menelan korban jiwa.

“Mungkin korban langsung dibawa teman-temannya ke Belang. Karena tak dibawa ke pelabuhan (Jiko Belanga),” ucapnya.

Senada dengannya, penjaga pulau lampu, Handri Kakomboji (45) mengaku melihat dua perahu yang ditumpangi lima nelayan sekitaran pulau tersebut dengan menggunakan bom. Siang harinya menuju tanjung Plesko dan melakukan hal yang sama.

“Sekitar pukul 11 (Wita) terdengar ledakan cukup keras dari arah wilayah tanjung Plesko,” ujarnya.

Kapolsek Rural Nuangan, Iptu Sudariyo Harjo mengaku setelah menerima laporan dirinya menerjunkan tim dipimpin Wakapolsek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita baru mendapat laporan sore hari dan langsung turun ke TKP tapi sudah tak menemukan korban karena langsung dibawa ke kampung halaman melalui laut, tak dibawa ke Jiko Belanga,” katanya.

Sudariyo mengakui sulitnya akses informasi dan medan jalan menyulitkan pihaknya merespon cepat laporan tersebut. Polisi harus menyewa perahu menuju desa terpencil di Boltim tersebut agar bisa ke TKP. Timnya baru bisa kembali subuh kemarin.

“Kita mendapat informasi korban setelah mengecek ke Polsek Belang. Sehingga kita sudah turunkan tim ke Desa Tumbak,” ujarnya.

Dia mengungkapkan peristiwa tersebut menelan dua korban meninggal dunia yakni Anto Hasan (33) warga Bentenan dan Rifandi Hasan (24) Warga Desa Tumbak. “Satu korban sedang dirawat di rumah sakit Noongan yakni Mohammad Nelwan (14) Warga Desa Tumbak,” ucapnya.

Dia menjelaskan para korban melakukan penangkapan ikan dengan cara ilegal yakni pengeboman. Para korban kini sudah di kampung halamannya.

“Kemungkinan keliru menyambung kabel penghubung rakitan dan baterai yang digunakkan sebagai pemicu ledakan. Sehingga bom tersebut meledak dalam perahu yang ditumpangi korban,” ucapnya.

(Tribun Manado/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*