Dua Nelayan Selamat Dari Amukan Badai

Dua Orang Nelayan Kota Pariaman Rohib dan syaiful Selamat dari amukan badai

Dua Orang Nelayan Kota Pariaman Rohib dan syaiful Selamat dari amukan badai

Advertisements

Padang-today.com__Dua orang nelayan warga Desa Balai nareh Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang hilang di sekitar perairan laut kota itu ditemukan dalam kondisi selamat, Senen, 07-11-2016.

Belakangan ini cuaca di Kota Pariaman cukup ekstrim untuk melaut bagi nelayan, namun kedua nelyan ini tetap melakukan aktifitasnya sebagai nelayan. Ia melaut pada Minggu 06-1102016, dan ditemukan pada hari senen 07-11-2016 disekitar Pulau Angso Duo.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Zam Zamil, di Pariaman, Senin, mengatakan dua nelayan tersebut Rohib (16) dan Syaiful (19) yang ditemukan di sekitar Pulau Angso Duo sekitar pukul 09.30 WIB

“Kondisi kedua nelayan dalam keadaan baik dan sehat, dari informasi yang kami peroleh dua nelayan tersebut diketahui terdampar akibat cuaca buruk tadi malam,” kata dia.

Ia mengatakan kedua nelayan awalnya berangkat dari Desa Balai Nareh pada Minggu (6/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian lanjut dia, seharusnya kedua nelayan tersebut sudah kembali ke darat esok harinya pukul 22.00 WIB sesuai jadwal.

“Karena kedua nelayan tersebut belum kembali maka pihak keluarga berupaya mencari tahu dan memutuskan menghubungi tim BPBD,” ujarnya.

Nelayan tersebut pertama kali ditemukan oleh Hendrik (27) warga setempat yang juga berkoordinasi dengan pihak BPBD dan kepolisian setempat.

“Kedua nelayan memang dalam kondisi baik, namun perahu yang ditungganginya mengalami rusak sedang akibat dihempas ombak malam tadi,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Bantuan Operasional (KBO) Shabara Polres setempat, Iptu Kasman, membenarkan hilangnya dua nelayan asal Kecamatan Pariaman Utara tersebut.

“kedua nelayan yang sempat hilang tersebut sudah ditemukan dalam kondisi selamat, meskipun perahunya mengalami rusak akibat dihempas ombak,” ujarnya.

Ia menyebutkan kedua nelayan tersebut saat berangkat tidak menggunakan alat komunikasi telepon genggam atau pun radio.

“Tidak alat komunikasi yang digunakan nelayan sehingga pencarian dilakukan secara manual dan berkeliling sekitar pulau-pulau yang ada,” ujarnya.(sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*