Dukung Mengajar ‘Sip’ Ala SMT

Foto bersama peserta SMT dengan BM Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra dan Guru Besar Unand, Prof. Syafni, usai acara kuliah mingguan SMT, Minggu (8/3).

Foto bersama peserta SMT dengan BM Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra dan Guru Besar Unand, Prof. Syafni, usai acara kuliah mingguan SMT, Minggu (8/3).

PADANG, PADANGTODAY.com-Mengedepankan karater pengajar, pendidik, dan pemimpin yang berbasis pada inovasi dan kreativitas. Begitu target yang hendak dicapai dalam kuliah mingguan School of Master Teacher (SMT) garapan Dompet Dhuafa, Minggu (8/3). Kuliah SMT yang berlangsung dari pukul 09.00-16.00 WIB kali ini mengangkat tema penelitian tindakan kelas.

Sebanyak 26 peserta tampak memenuhi ruang 306 Lantai III Gedung STMIK Indonesia Khatib Sulaiman. Para peserta berasal dari berbagai Kkabupaten kota seperti Solok Selatan, Padang, Pariaman, dan Bukittinggi.

Kooordinator Fasilitator SMT Sumatera Barat, Rizki Ikhwan, langsung memberikan materi kuliah tatap muka. Sedangkan pemateri kuliah online, berupa video call by gog.plus digawangi Trainer di Character Building Indonesia (CBI), Asep Sapa’at. Asep adalah praktisi pendidikan dan penulis buku, pernah juga menjabat sebagai direktur Sekolah Guru Indonesia (SGI).

Kuliah hari itu memberikan gambaran konsep yang harus dimiliki seorang guru dalam menguasai pengajaran di dalam kelas. “Penelitian tindakan kelas itu menyenangkan, tujuannya untuk memperbaiki kualitas mengajar guru dengan mengangkat permasalahan yang timbul di kelas. PTK membuat guru menemukan solusi dari permasalahan tersebut,” ungkap Rizki.

Kegiatan ini terwujud dengan lancar berkat koordinasi yang baik Fasilitator SMT, Tryas Wardani Nurwan sebagai tim lapangan, dan tim support, Syamsul Bahri dan Bobby. Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, dan Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Safni, juga turut hadir.

Di dalam kegiatan tersebut, Prof. Safni menyatakan STMIK akan mendukung penuh setiap instansi/lembaga yang bergerak dalam memajukan pendidikan, baik moril maupun materil.

Musfi menilai, pendidikan karakter guru perlu ditingkatkan untuk membimbing generasi penerus yang sukses dan memiliki nilai akademis dan nonakademis. “Dompet Dhuafa Singgalang akan selalu bersinergi dengan berbagai pihak mendukung segala bentuk upaya memajukan pendidikan di Sumbar,” katanya.

Tidak terbatas usia, guru pun membutuhkan pendidikan yang baik sehingga ia mampu terus memprioritaskan tugas mendidiknya. Jika terjadi permasalahan, guru senantiasa siap memberikan solusi. Dengan kepahaman atas penelitian tindakan kelas, guru bisa menentukan sikap tegas dalam memutuskan metode apa yang efektif untuk setiap kendala yang ditemui siswa. “Mengajar ‘sip’ ala SMT akan menjadi salah satu solusi bagi permasalahan yang dihadapi guru di kelas,” pungkas Musfi. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas