Dulu, Malu Bila Tak Khatam

 Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo berfoto bersama para juara khatam Alquran di Masjid Istiqomah Parit Dalam Nagari Taeh Baruah, Senin (13/10).

Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo berfoto bersama para juara khatam Alquran di Masjid Istiqomah Parit Dalam Nagari Taeh Baruah, Senin (13/10).

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com– Orang tua merasa berhutang bila anaknya belum khatam Alquran. Bahkan mereka merasa malu dan beranggapan belum syah orang menjadi orang Taeh sebelum khatam.Hal itu disampaikan Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo dalam sambutannya pada acara Khatam Alquran di Masjid Istiqomah Parit Dalam Nagari Taeh Baruah, Senin (13/10).

“Kegiatan religi itu sudah membudaya sejak dulu. Seseorang akan merasa berhutang dan malu jika anaknya belum Khatam Alquran,” ungkap Alis.

“Bahkan, dulunya masyarakat di nagari ini beranggapan belum syah menjadi orang Taeh sebelum dikhatam. Selain khatam, tempo lalu generasi muda di daerah ini juga belajar menyanyi berbahasa arab.“Semangat belajar mengaji orang dulu itu sama dengan semangat belajar silat,” ujar Alis.

Kedepan, kata Alis, setiap generasi muda di daerah ini tidak hanya sekedar melaksanakan khatam, tetapi lebih dari itu cerdas membaca Alquran. Terkait dengan itu, perlu adanya berbagai ivent seperti lomba seni baca Alquran serta melaksanakan gerakan magrib mengaji.

Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan bantuan sebanyak 102 Alquran. Sebelumnya Ketua Panitia Acara Akmal, S.Sos menjelaskan  kepada  wartawan, kegiatan itu diikuti oleh 92. Dalam alek yang ke lima kali di Masjid Istiqomah itu masyarakat memotong seekor kerbau besar dan sejumlah kambing.(malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*