Edriana Apresiasi Deswandi Ajarkan Batik Pada Perempuan

Direktur Women Research Institute (WRI), Edriana Noerdin Apresiasi Deswandi Ajarkan Batik Pada Perempuan. 


   Padang-today.com – Direktur Women Research Institute (WRI), Edriana menyatakan sentra batik yang dibuat Deswandi warga Lubuk Kilangan Kota Padang dapat meningkatkan geliat batik di Sumbar.
  
   “Saya pencita batik memberikan apresiasi apa yang dilakukan Dewandi tersebut,”kata Edrianan Noerdin
  
   Ia menjelaskan, Deswandi selain menjual batik juga mengajarkan pada kaum perempuan bagaimana buat batik tulis (canting)
  
   “Apa yang dimulai oleh Deswandi melalui rumah batik ini sangat luar biasa. Bagaimana pun, posisi unit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Sumbar memang sangat penting dan berperan besar pada perekonomian Sumbar secara menyeluruh,”ujarnya.
  

Canting dalam pembuatan akan menghasilkan suatu jenis Batik Tulis yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Butuh ketelitian,kesiriusan dan ketekunan dalam pembuatan batik tulis.


   Ia menjelaskan, canting dalam pembuatannya akan menghasilkan suatu jenis Batik Tulis yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi.
  
   “Butuh ketelitian dan ketekunan dalam pembuatan batik tulis,”ujarnya.

   Biasa ini sering dilakukan kaum perempuan dalam mengerjakan batik tulis (batik canting). “Ketekunan dan telitian keseriusan dalam mengerjakan batik tulis sehingga menghasilkan motif cukup bagus,”imbuh Edriana.

    Ia menyatakan,rumah batik yang dimiliki Deswandi terus dituntut inovasi pengembangan motif.
   
     “Seniman batik jangan sampai kering ide. Ini yang perlu didorong,” sebutnya lagi.

   Banyak sumber daya manusia (SDM) di Sumbar yang bisa diberdayakan untuk meningkatkan geliat batik di Sumbar. Namun,lanjut Edriana Noerdin tentu saja pelatihan, pengembangan, dan pemasarannya harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah dan segenap pemangku kepentingan di bidang industri, pemberdayaan masyarakat, perdagangan, dan kesenian.
  
   “Batik Tanah Liek berpotensi menjangkau pasar lebih besar karena kekhasan proses dan motif yang diusung. Pengembangannya diyakini bakal membuka lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan, dan berujung peningkatan kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

   Edriana menambahkan, sebagaiman diketahui 80 persen lapangan pekerjaan di sektor UMKM di Sumbar menyerap tenaga kerja wanita.
  
   “Dengan kata lain, pemberdayaan perempuan di rumah tangga, menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh UMKM. Sehingga, dorongan pemerintah dan swasta terhadap perkembangannya perlu digenjot terus menerus,”imbuhnya.

   Sementara itu Deswandi pemilik rumah batik menyatakan selian buka galeri, juga memberikan pengajaran pada masyarakat cara membuat batik.
  
   “Bersedia membuka tangan bagi siapa saja yang hendak mempelejari seni membatik. Hal yang telah sering juga  lakukan di berbagai daerah di Sumbar,”katanya.

   Ia menjelaskan rumah batik memproduksi batik tulis dengan motif rumah adat.
  
   “Usaha batiknya sudah banyak dilirik dari luar Sumbar,”ungkapnya.

   Tempat terpisah, Camat Lubuk Kilangan, Yalmasril, mengapresiasi kesediaan Deswandi membuka Rumah Batik Minang Nora di komplek perumahan.
  
    “Berharap banyak warga yang tertarik dan terlibat dalam mempelajari cara membatik, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru,”katanya.(dg)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas