Edriana Kagumi Kerendahan Hati One

One Perempuan paruh baya begitu mulai tergerak hatinya menjadi penjaga perlintasan hanya dengan memakai bendera mau panas-panas bantu pengendara melintasi jalur kereta api.

   Padang-today.com – Edrian Noerdin Aktivis perempuan peduli akan Kebijakan Publik pro pada Pemberdayaan Masyarakat kagum kemuliaan dan kerendahan hati One warga Lubuk Buaya tanpa pamrih bantu masyarakat melintasi rel kereta api.

    “Seorang perempuan paruh baya rela dan ikhlas melakukan aksi bantu masyarakat melintasi jalur kereta api demi keselamatan warga dan pengendara,”kata Edriana Noerdin Direktur Penelitian Women Research Institute.

  Ia menjelaskan, demi menjaga agar warga terhindar dari kecelakaan, maka seorang ibu dengan sukarela memberi peringatan pada masyarakat untuk tidak menyeberang rel karena kereta api sedang  lewat.

   Perempuan paruh baya begitu mulai tergerak hatinya menjadi penjaga perlintasan hanya dengan memakai bendera mau panas-panas bantu pengendara melintasi jalur kereta api.

    “Ini merupakan salah satu contoh pantas ditiru demi menyelamatkan nyawa pengendara akibat tertabrak kereta api,”imbuhnya.

    Edriana menambahkan tugas seorang ibu yang selama ini bertanggung jawab atas pengawasan anak dan keluarga menjadikan ibu tersebut sangat prihatin dan langsung mengambil inisiatif menjadi pengawas rel kereta api.

   Aktivis perempuan tersebut melihat perlintasan kereta api tidak ada palang pembatas secara spontan bantu buat palang tersebut.

    “Saya membantu membuatkan palang pembatas rel kereta api agar warga masyarakat merasa aman dari bahaya ketika melewati perlintasan liar tersebut,”imbuh Edriana Noerdin.

    Walaupun sudah ada jadwal kereta api dibuat PT KAI, bila tidak ada palang pembatas sangat membahayakan bagi pengendara melintasi.

     “Komplek perumahan melintas jalur kereta api segoya dibuat palang pembatas,”ungkapnya.

Coba bayangkan seorang perempuan paruh baya jika sakit siapa lagi yang akan gantikan. Dibuatnya palang pembatas masyarakat bisa bergantian untuk menjaga bantu turun naikan palang pembatas.

“Sehingga tidak ada pengendara atau masyarkat melintas rel kereta api menjadi korban tertabrak kereta api,”ujar Edriana Noerdin.

Edriana menyatakan, moda transportasi kereta api tujuan pariaman dan BIM cukup bagus dibuat, moda ini alternatif bagi masyarakat guna menghindari terjadi kemacetan di jalan raya.

“Namun disayangkan belum diikuti dengan sistem pengamanan yang memadai,”ungkapnya.

   Sementara itu Ratni salah seorang warga mengucapkan terimakasih atas bantuan dibuatkan palang pembatas di perlintas kereta api.

   “Sebelumnya disini belum ada palang pembatas rel kereta api. keberadaan One sangat membatu sekali masyarakat yang  melintas jalur kereta api,”katanya.

    Ia menjelaskan, aksi One tersebut sangat membantu warga komplek perumahan di Jalan Adinegoro Lubuk Buaya depan SPBU untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalur rel kereta api tersebut.

   “One memakai bendera tiap hari bantu mengatur pengendara melintasi jalur rel kereta api,”katanya.

Kendaraan melintasi jalur rel kereta api tanpa palang pembatas sangat rawan pengendara tertabrak kereta api, hampir 18 kali kereta api melewati daerah tersebut.

“Sekarang ini sudah dibuat palang pembatas bantuan dari Edriana Noerdin, aksi One sudah terbantu, masyarakat bergantian melakukan turun naik palang ketika kereta api melintas,”imbuh Ratni.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*