Eko Endarto Angkat Bicara terkait Polemik Bisnis MMM

Ilustrasi

Ilustrasi

PADANGTODAY.COM – Perencana Keuangan, Eko Endarto angkat bicara terkait polemik bisnis MMM atau Mavrodi Manial Moneybox di Indonesia. Menurutnya, skema investasi berkedok komunitas Manusia Membantu Manusia ini sangat beresiko gagal bayar. Dia mendukung langkah OJK yang akan menindak MMM dengan memblokir situs MMM Indonesia.

Eko menyebut, pendiri MMM yang merupakan orang Rusia sendiri yaitu Sergey Panteleyevich Mavrodi bermasalah di negaranya. Bahkan Eko mengatakan bisnis MMM di Rusia sendiri tidak berkembang.

“Pendiri MMM di Rusia saja situsnya bermasalah, sementara OJK wajar untuk menutup situs MMM di Indonesia. Lagian pendiri MMM itu bermasalah dengan hukum,” ujarnya

Menurutnya, MMM di Indonesia itu sudah melakukan kesalahan di mana berkedok komunitas namun melakukan investasi dengan cara menjanjikan imbal hasil. “Imbal hasil dari mana, bilangnya tolong menolong dari mana, jika tolong menolong tidak ada imbal hasil sampai 30 persen,” jelas dia.

Dirinya berharap OJK segera merealisasikan untuk memblokir situs MMM di Indonesia. Selain tidak memiliki izin resmi dari pemerintah, MMM di Indonesia ditakutkan akan terus merekrut masyarakat awam untuk melakukan investasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi.

“Mereka (MMM Indonesia) menyebut sebagai bukan investasi, tapi MMM Indonesia merekrut orang umum untuk bergabung dengannya, jika bilang komunitas maka hanya orang di dalamnya saja yang bergabung di dalam komunitas tersebut,” ungkapnya.

situs MMM Indonesia hingga saat ini masih bisa diakses. OJK bersama Kemenkominfo belum memblokir situs http://indonesia-mmm.net/id/ tersebut.

Sebelumnya, salah satu perintis MMM Indonesia, Firdaus Bawazier tidak terima dengan sikap kesewenang-wenangan OJK. Menurutnya, bisnis MMM atau Manusia Membantu Manusia tidak berbentuk arisan berantai atau investasi bisnis. Konsep dalam MMM Indonesia ini bersifat menolong.

Menurut dia, permainan uang (money game) tidak pernah dilakukan oleh MMM Indonesia. Bahkan, dia mempertanyakan kenapa pihak OJK ingin memblokir situs MMM Indonesia.

“Bukan wewenang OJK untuk memblokir situs kami, kami sifatnya menolong orang lain, bukan bisnis atau investasi, namanya membantu tidak akan muter uangnya mau lari ke mana,” kata Firdaus

Firdaus menyebut, jika OJK nekat memblokir situs MMM Indonesia maka Indonesia akan berhadapan dengan Rusia. Pasalnya, situs MMM selama ini tidak pernah dipermasalahkan hingga sudah lima tahun berdiri di Indonesia. Situs MMM tersebar di berbagai negara dengan Rusia menjadi pusat datanya.

“MMM itu ada di 173 negara, Indonesia negara ke 65, tidak ada permasalahan di negara lain, Indonesia ini banyak yang sirik saja,” ungkapnya.

(idr/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*