ELMAHMUDI: MASA KAMPANYE RAWAN POLITIK UANG DAN POLITISASI SARA

Padang-today,com – Panwaslu Pariaman, Sumbar memetakan saat kampanye dilakukan pasangan calon walikota/calon wakil walikota rawan terjadinya politik uang.

“Setiap tahapan Pilkada dinilai rawan, namun paling dominasi rawan yakni saat kampanye bisa terjadi praktek politik uang,”kata Ketua Panwaslu Pariaman, Elmahmudi di Pariaman.

Ia menjelaskan, Panwaslu fokus pengawasan dan mengidentifikasi titik-titik kerawanan terjadi pada masa kampanye dilakukan cawako/cawawako, terutama pada kampanye tatap muka, pertemuan terbatas, serta rapat umum.

“Sebab kegiatan kampanye ini akan berpontensi praktek dilarang dalam kampanye Pilkada seperti black campanye apakah dilakukan melalui dialogis, maupun akun-akun media sosial milik pasangan calon,”ungkapnya.

Kegiatan kampanye potensi rawan politik uang, lanjut Elmahmudi dimana politik uang disamping mobilisasi massa untuk ikut kampanye juga dimanfaatkan mendapatkan dukungan atau mengagalang suara pasangan calon kepala daerah.

“Praktek ini diduga sering terjadi pada rapat terbuka, rapat umum, maupun serang fajar kemungkinan dilakukan tim sukses maupun pasangan calon sendiri untuk meraih suara saat pencoblosan di TPS,”jelasnya.

Elmahmudi mengingatkan, pasangan calon yang diduga melakukan praktek politik uang secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), dapat menggugurkan statusnya sebagai salah satu peserta calon kepala daerah (Cakada). Khususnya, saat tahapan kampanye sudah berjalan.

“Tentang politik uang karena jelas aturannya, kalau dilakukan TSM bisa menggugurkan pasangan calon. Maka kita juga pastikan nanti akan mengawasi proses, terutama di saat kampanye sudah mulai berjalan,” urainya

Ia menambahkan, kerawanan kampanye selain rawan politik uang, masa kampanye juga terjadi kerawanan dalam kampanye yakni politisasi SARA.

“Akun-akun media sosial sangat rentang melakukan politisasi SARA di Pilkada sekarang ini. Politisasi SARA berpotensi mengganggu dan memecah persaudaraan dalam NKRI,”ungkapnya.

Elmahmudi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling menjaga kenyamaan dan kedamian. Pilkada di Pariaman harus aman dan damai, dua musuh demokrasi yakni politik uang dan politisasi SARA harus terbebas.

“Pilkada di Pariaman berlangsung lancar, aman, dan bisa menghasilkan kepala daerah yang hebat,”imbuhnya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas